MENGENAL PERBEDAAN HYPOXIA, PENYAKIT HAPPY HYPOXIA, PELATIHAN INTERMITTEN HYPOXIA, AMERIKA DAN LATIHAN PERNAPASAN HYPO-HIPEROXIA MOB INDONESIA DI PONTIANAK

Pada saat semua media elektronik dan surat kabar mengabarkan tentang happy hypoxia yang berhubungan dengan COVID 19 dan membunuh banyak korbannya dengan diam diam, ternyata hanya sebagian kecil masyarakat yang mengenal apa arti istilah ini. Dalam kesempatan ini saya akan sedikit menjelaskan perbedaaan istilah yang terdengar sama bagi awam ini tentang Hypoxia, Happy Hypoxia, Intermiten Hypoxia dan latihan pernapasan Hypo Hyperoxia. Mohon dibaca dengan seksama. Kalau bingung…..silakan acung jari…

APA ITU HYPOXIA….????

Hipoksia adalah suatu kondisi di mana tubuh atau bagian tubuh kekurangan pasokan oksigen di tingkat jaringan . Hipoksia dapat diklasifikasikan secara umum, dapat mempengaruhi seluruh tubuh, atau lokal yang hanya terjadi pada satu wilayah tubuh. Hipoksia berbeda dari hipoksemia dan anoksemia dimana hipoksia mengacu pada keadaan di mana suplai oksigen tidak mencukupi, sedangkan hipoksemia dan anoksemia merujuk secara khusus pada keadaan yang memiliki suplai oksigen arteri rendah atau nol. Hipoksia di mana terjadi kekurangan pasokan oksigen secara total disebut sebagai anoksia .Hipoksia umum terjadi pada orang sehat ketika mereka naik ke dataran tinggi , yang menyebabkan penyakit ketinggian yang menyebabkan komplikasi yang berpotensi fatal: edema paru ketinggian ( HAPE ) dan edema serebral ketinggian ( HACE ). Hipoksia juga terjadi pada individu yang sehat saat bernapas campuran gas dengan kandungan oksigen rendah, misalnya saat menyelam di bawah air terutama ketika menggunakan sirkuit tertutup rebreather sistem yang mengontrol jumlah oksigen di udara yang disediakan. Hipoksia intermiten ringan dan tidak merusak digunakan dengan sengaja selama latihan ketinggianuntuk mengembangkan adaptasi kinerja atletik pada tingkat sistemik dan seluler.

HAPPY HYPOXIA

Menurut kamus bahasa inggris www.macmillandictionary.com saya temukan arti dari happy hypoxia yang artinya adalah “suatu kondisi di mana pasien memperlihatkan dan tidak dalam keadaaan tertekan , tetapi memiliki tingkat oksigen yang cukup rendah yang bisa menyebabkan ketidaksadaran atau bahkan kematian”, Fenomena ini dikenal oleh sebagian orang sebagai happy hypoxia atau oksigen rendah pada tubuh tetapi bahagia ( normal )Saturasi oksigen darah normal adalah antara 95 dan 100 persen. Tingkat oksigen yang rendah dalam tubuh – juga dikenal sebagai hipoksia – dapat menyebabkan sesak napas, yang merupakan salah satu gejala COVID-19 yang paling terkenal. Tetapi hanya karena orang tersebut tidak tampak sakit, mereka tidak terpengaruh secara signifikan. Semakin banyak penderita yang mengalami “silent hypoxia” atau “happy hypoxia”, di mana kadar oksigen tubuh jauh di bawah 90 persen, namun mereka masih bisa bernapas dengan normal. Tidak ada sesak napas, tidak ada pernapasan cepat atau dangkal, dan kemungkinan tidak ada tanda, gejala, atau perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Penderita tidak menyadari bahwa tubuh mereka kekurangan oksigen dan seharusya mereka harus terengah-engah, tetapi tampak normal dan nyaman. Meskipun seorang pasien mungkin sama sekali tidak tampak sakit atau menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, rontgen dada mereka dapat menunjukkan “kadar oksigen yang sangat rendah dan pneumonia yang parah,”

Apa penyebab silent hypoxia..??

Ada beberapa hipotesis yang menyebabkan silent hypoxia pada orang dengan COVID-19. Beberapa orang mengira paru-paru dipengaruhi oleh pembekuan darah di paru-paru , yang memicu protein yang mencegah darah mendapatkan oksigen yang diperlukan. Mungkin juga silent hypoxia bisa menjadi penurunan oksigen yang lambat dan stabil yang pasien aklimatisasi untuk mengurangi oksigen dan tidak menyadarinya, mirip dengan bagaimana pejalan kaki menyesuaikan diri dengan ketinggian yang lebih tinggi. Namun semua ini masih belum diketahui .Apa yang diketahui adalah silent hypoxia pada akhirnya dapat menyebabkan sesak napas, tetapi pada saat itu kerusakan paru-paru sudah semakin parah – menambah tekanan pada tubuh yang sudah berjuang untuk melawan virus.

Perlu oksimeter

Tidak yakin bagaimana cara mendeteksi kekurangan oksigen yang tidak terlihat..??? Untungnya, perangkat kecil yang dijual bebas dan dapat membantu memberikan jawaban. Tempatkan oksimeter di jari dan alat ini akan mengukur dan menampilkan saturasi oksigen dan denyut nadi dalam hitungan detik.

INDUSTRI KEBUGARAN DAN INTERMITTENT HYPOXIA

Artikel Intermittent Hypoxic Training ini saya ambil dari Wikipedia versi bahasa Inggris, dan saya menemukan banyak perdebatan tentang manfaat dan penjelasan yang nampaknya saling bertentangan karena kepentingan dari banyak pihak. Tetapi demi ilmu pengetahuan anda bisa mempelajari versi lain dari teknik hypoxik ini.Intermittent Hypoxic Training (IHT) juga dikenal sebagai teknik terapi hypoxia intermiten yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja manusia dengan cara adaptasi terhadap penurunan oksigen.Sesi IHT terdiri dari interval beberapa menit menghirup udara hypoxia (oksigen rendah), diselingi dengan interval bernapas ambien (normoksik) atau udara hiperoxia. Prosedur ini dapat diulang beberapa kali dalam sesi dengan durasi bervariasi per hari, tergantung pada resep dokter atau protokol produsen. Praktik standar adalah pasien tetap diam sambil menghirup udara hypoxia melalui masker genggam. Terapi diberikan dengan menggunakan hipoxicator pada siang hari, sehingga dosisnya dapat dipantau. Sejumlah efek dilaporkan. Penting untuk membedakan antara adaptasi fisiologis terhadap hypoxia ringan dan episode reoksigenasi (yaitu, protokol IHT). Ini telah digunakan untuk mencoba meningkatkan kinerja dalam olahraga.

Banyak industri kebugaran yang berhubungan dengan kemampuan memanipulasi oksigen untuk kebugaran ini yang memberikan protokol kesehatan dengan cara yang berbeda. Setiap perusahaan memberikan pola dan prosedur yang berbeda-beda tetapi dengan tujuan yang sama, yaitu keuntungan kebugaran bagi penggunanya.Mereka menggunakan bantuan alat alat modern yang mendukung dalam latihan intermitent hypoxia ini. Saya menamakan mereka pelopor industri pernapasan kebugaran modern, karena alat bantu pernapasan yang mampu membuat manusia memanipulasi oksigen secara tepat dan cermat dengan teknologi.

Protokol Intermittent Hypoxic menurut versi mereka sangat sederhana dan biasanya membutuhkan 30 – 60 menit dari total waktu pelatihan. Pengguna cukup menghirup udara oksigen 9% dari generator simulasi ketinggian dalam interval 5-6 menit. Ini menurunkan tingkat saturasi oksigen darah dan menstimulasi respon hypoxia dalam tubuh. Setelah jeda selesai, pengguna cukup melepas masker dan menghirup udara sekitar selama 4-5 menit, sehingga tingkat saturasi oksigen darah kembali normal.Siklus hypoxia dan reoksigenasi ekstrim ini menciptakan kembali proses fisiologis alami yang terjadi pada semua perkembangan embrio manusia untuk membangun pertahanan anti-oksidatif. Tujuannya untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Pada bayi baru lahir, pertahanan ini membantu melawan stres oksidatif awal hiperoxia saat lahir. Dengan orang dewasa, itu juga dapat membantu melawan stres oksidatif yang tak terhindarkan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.Selain mempercepat rehabilitasi dan pemulihan, terdapat juga bukti IHE dapat memperlambat proses penuaan, mencegah penyakit kronis, dan meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan peremajaan secara keseluruhan.

 

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Sunday, 13 September 2020
Video Proses

BAGAIMANA DENGAN HYPO-HIPEROXIIA MOB INDONESIA DI PONTIANAK ?

Secara umum kaidah MOBI sama dengan di Amerika dalam menggunakan pola Intermiten Hyperoxia, tetapi cara mendapatkan yang berbeda. Apabila di barat proses mendapatkan Hypoxia harus menggunakan alat, tenaga terdidik dan lembaga-lembaga pendidikan yang progresif dalan soal pernapasan, maka di Indonesia cara ini masih anggap remeh, aneh, mewah dan mahal. Oleh karena itu pelatihan masih berupa manual, yaitu dengan melatih kemampuan pernapasan untuk mendapatkan situasi hypoxia yang berulang dan memberi manfaat maksimal untuk tubuh Akibatnya ada beberapa hal pekerjaan ekstra untuk dilakukan, yaitu mengedukasi dan memotivasi sebelum r orang mau melakukan tindakan kebugaran tersebut.Banyak hasil terapi yang memberikan hasil pemulihan dan perbaikan signifikan lengkap dengan hasil labotorium yang memberikan bukti obyektif tentang kesehatan seseorang.

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Sunday, 13 September 2020

Daftar Pustaka: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1615763/ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2067517/sehatq.com/artikel/happy-hypoxia-gejala-baru-covid-19-yang-diam-diam-mematikanhalodoc.com/waspada-happy-hypoxia-gejala-baru-covid-19-yang-mematikanhypoxico.com/intermittent-hypoxic-training/en.wikipedia.org/wiki/Intermittent_hypoxic_training

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *