MENURUNKAN LEMAK DARAH ( TRIGELISERIDA ), MASALAH KOLESTEROL, GINJAL ( KREATININ ) DAN HATI ( GAMMA GT ) DALAM WAKTU SINGKAT

Membuktikan hasil uji lab kesehatan dari hasil pernapasan memang tidak selalu mudah didapat. Selain karena kesadaran seseorang tentang kesehatan yang dimiliki berbeda-beda juga dihadapkan kenyataan bahwa biaya uji laboratorium tidak selalu murah.

Saya mendapatkan kesempatan langka mendapatkan hasil uji lab dalam rentang pendek yaitu 10 ( dan hanya seminggu berlatih ) sehingga saya bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai perilaku organ tubuh setelah diberikan porsi kecil terapi pernapasan dengan 2 pola yang berbeda. Yaitu pola oksigen rendah dan pola oksigen tinggi ( pola ini dapat anda pelajari dalam kesempatan tertentu yang diberikan komunitas )Berikut ini adalah hasil lab terhadap 6 kimia darah dan perubahan yang terjadi ( anda juga bisa melihat pada gambar gambat berikut dibawah ini )

Gambar. hasil laboratorium tanggal 23 Agustus 2020

Gambar. hasil laboratorium tanggal 3 September 2020

Tanggal —————->23/8—>3/9—->Rujukan———>Hasil

  1. Gamma GT——- -> 78 jadi 48——> <66 ————->Turun
  2. Glukosa Puasa —> 106 jadi 106—> <100————>Tetap
  3. Cholesterol LDL—> 202 ————> <100
  4. Cholesterol HDL–> 42 ————–> <=40
  5. Cholesterol Total–> 276 jadi 150–> <200————>Turun
  6. Trigeliserida——–> 345 jadi 116–> <150————->Turun
  7. Kreatinin————-> 1.29 jadi 1.22-> 0.70 – 1.20–>Turun
  8. aLFG ( CKD-EPI )-> 72 jadi 77– 90-120 ml/min–. Membaik

Cuma yang berbeda adalah hasil laboratorium ini yang didapat bukan karena kimia obat tetapi karena perubahan hasil kimia darah dari mengatur pernapasan secara teratur, terukur dan terpola dengan baik selama seminggu.

Dibawah ini saya akan jelaskan apa arti-istilah istilah diatas, saya ambilkan lengkap deskripsinya dari sebuah situs laboratorium terkenal yang menjadi rujukan peserta tersebut dan mungkin juga dapat dijadikan sebagai acuan anda untuk mengetahui tentang apa arti istilah tersebut diatas dan apa gunanya untuk kesehatan anda.Istilah-istilah kimia tubuh yang harus anda kenal dalam artikel ini

1. GAMMA GT

Deskripsi:Enzim intraselular yang dihasilkan di hepatosit dan sel epitelial saluran empedu. GGT merupakan penanda paling sensitif untuk penyakit hepatobilier tetapi pemeriksaan tunggal tidak mengindikasikan penyebab spesifik penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan GGT : Alkohol, fenitoin, fenobarbital Obat yang dapat menurunkan GGT : Clofibrate dan kontrasepsi oral. Manfaat Pemeriksaan:Deteksi disfungsi sel hati dan kolestasis. GGT merupakan pemeriksaan sensitif untuk deteksi obstruksi bilier, cholangitis, atau cholecystitis. GGT tidak meningkat pada penyakit tulang, sehingga jika GGT normal dan ALP meningkat menyiratkan kemungkinan penyakit tulang.

2. GLUKOSA PUASA

Deskripsi: Pemeriksaan glukosa dapat dilakukan baik untuk skrining, diagnosis DM ataupun pemantauan perjalanan penyakit. Pemeriksaan glukosa puasa hanya mencerminkan kadar glukosa pada saat periksa, namun pemeriksaan glukosa puasa dinyatakan lebih baik dibanding pemeriksaan glukosa sewaktu. Pengambilan darah untuk pemeriksaan ini dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam. Manfaat Pemeriksaan: Berdasarkan konsensus DM 2015, hasil <100 mg/dl (<5.6 mmol/L) disebut normal, 100-125 mg/dl (5.6-6.9 mmol/L) disebut prediabetes, dan untuk menegakkan diabetes apabila ?126 mg/dL (7 mmol/L). Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma. Beberapa penyebab konsentrasi glukosa yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stres, Cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati, yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, beta bloker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll.

3. CHOLESTEROL HDL

Deskripsi:Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai “kolesterol baik” karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung. Manfaat Pemeriksaan: Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

4. CHOLESTEROL LDL DIREK

Deskripsi:Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut “kolesterol jahat” karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.Manfaat Pemeriksaan:Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

5. CHOLESTEROL TOTAL

Deskripsi:Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.Manfaat Pemeriksaan:Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

6. TRIGLISERIDA

Deskripsi:Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik. Manfaat Pemeriksaan:Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

7. KREATININ

Deskripsi:Kreatinin merupakan produk sampah dari pemecahan sel-sel otot selama beraktivitas. Ginjal yang sehat akan membuang kreatinin dari sirkulasi melalui urine. Kerusakan ginjal akan menyebabkan peningkatan kreatinin dalam darah. Namun peningkatan kreatinin dalam darah belum tentu menunjukkan adanya kerusakan ginjal karena kreatinin tinggi dapat dipengaruhi oleh massa otot, makanan, ras, jenis kelamin, usia dan obat-obatan yang mempengaruhi sekresi kreatinin. Penggunaan kreatinin serum untuk deteksi dini penurunan fungsi ginjal kurang tepat karena serum kreatinin baru menunjukkan abnormalitas setelah fungsi ginjal turun lebih dari 50%. Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) menyarankan untuk setiap pemeriksaan kreatinin serrum agar disertai hasil perhitungan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eLFG). Rumus eLFG ini menyertakan hasil pemeriksaan serum kreatinin dalam perhitungannya. Rumus yang digunakan oleh Prodia adalah rumus MDRD yang sudah disesuaikan dengan kreatinin yang tertelusur terhadap IDMS yaitu : eLFG=175x(standardized Scr)-1.154x(age)-0.203x(0.742 if female)x(1.210 if African American). Estimasi LFG berguna untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang , apabila LFG ,60 mL/min/1.72 m2 menetap lebih dari 3 bulan maka seseorang dikataka mengalami penyakit ginjal kronik. (Informasi detil tentang eLFG dapat dibaca pada buku kumpulan FAQ bab FAQ e-LFG). Manfaat Pemeriksaan:Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi kreatinin dalam darah8. eLFG ( CKD-EPI )Deskripsi:eLFG = laju filtrasi glomerulus, maksudnya adalah laju rata rata penyaringan darah oleh glomerulus di ginjal. Semakin tinggi nilainya maka semakin bagus fungsi glomerulusnya dan semakin bagus pula fungsi ginjal. Nilai normal berkisar 90-120 ml/ min.

Daftar Pustaka :

sehatq.com/forum/hasil-pemeriksaan-tes-ginjal-dan-urine-apakah-artinyabiz.kompas.com/read/2017/03/01/080500028/pantau.kinerja.ginjal.anda.dengan.pemeriksaan.laboratoriumen.wikipedia.org/wiki/Chronic_kidney_diseaseprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/gamma-gt-?Abjad=Gprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/glukosa-puasa?Abjad=Gprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/cholesterol-hdl?Abjad=Cprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/cholesterol-ldl-direk-?Abjad=Cprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/trigliserida?Abjad=Tprodia.co.id/id/produklayanan/pemeriksaanlaboratoriumdetails/kreatinin?Abjad=K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *