MEMANIPULASI PERNAPASAN AGAR MEMILIKI DENYUT JANTUNG RENDAH DAN EFISIEN

Saya baru saja menerima gambar gambar oksimeter ini, sekilas tidak ada yang aneh. Semua angka terlihat dan bekerja dengan normal. Tapi tahukan anda bahwa detak jantung yang biasa di sebut BPM ( beat per minute ) di oksimeter itu terlihat aneh disini ? Biasanya hanya SpO2 ( saturasi / kadar oksigen dalam darah ) yang sering kita bahas, tetapi ini soal denyutan jantung ( BPM ) yang bisa dikendalikan hingga sangat efisien hingga 27 denyutan semenit. Apa komentar anda ?

APA ITU BPM

Jantung berfungsi memompa darah, nutrisi dan hasil metabolisme yang kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh. Selama melakukan kerjanya, otot-otot pada jantung akan berkontraksi dan berileksasi memompa darah bekerja pada pembuluh darah. Gerakan-gerakan pembuluh darah yang dipompa oleh jantung dapat dirasakan sebagai denyut nadi. Hal inilah yang bisa digunakan untuk mengukur berapa kali jantung seseorang berdetak dalam satu menit ( BPM )Menurut American Heart Association, denyut jantung istirahat rata-rata berkisar pada ukuran: Anak-anak 10 tahun, dewasa dan manula: 60-100 denyut per menit (BPM) sedangkan atlet pro terlatih adalah 40-60 denyut per menit (BPM)Denyut nadi maksimum adalah denyut nadi tertinggi yang dicapai selama latihan maksimal. Denyut nadi maksimum adalah 220 dikurangi usia anda saat ini. Idealnya, angka denyut nadi harus berada di antara 50-85 persen dari total denyut nadi maksimum. Denyut jantung selama kegiatan fisik yang sedang adalah sekitar 50-69% dari denyut nadi maksimum, sedangkan denyut nadi selama aktivitas fisik berat dapat meningkatkan hingga 70-85% dari denyut nadi maksimal.

Coba perhatikan benar- benar

MIRIP BRAKARDIA TETAPI TETAP AMAN

Ya, denyut jantungnya sangat rendah mirip dengan bradikardia ( detakan jantung lambat ). Brakardia dicurigai memang sebagai gejala awal penyakit jantung yang berhubungan dengan aritmia ( detak jantung tidak teratur ) Laporan detak jantung berupa detakan 40-60 denyut per menit pada atlet sering terjadi bahkan dalam kondisi istirahat sering terjadi pada <30 detak menit pada atlet pada saat mereka tertidur. Apakah ini berbahaya ? Sayangnya tidak seperti dugaan, banyak atlet atletik terlatih terutama sepeda memiliki denyut jantung istirahat yang rendah (bradikardia) belum lagi ditambah lagi dengan laporan bahwa atlet sepeda memiliki dinding dan ukuran jantung yang lebih besar dari ukuran normal.Tetapi jangan salah, ini hanya terjadi melalui selama latihan pernapasan tertentu dan tidak terjadi dalam kondisi normal. Detak jantung yang lebih rendah menandakan kerja jantung tidak begitu berat dan lebih efisien

SINDROM JANTUNG ATLETIK

Sindrom jantung atletik adalah kondisi jantung yang biasanya tidak berbahaya. Ini biasanya terlihat pada orang yang berolahraga lebih dari satu jam setiap hari. Atlet dengan detak jantung istirahat 35 hingga 50 bpm dapat mengalami aritmia , atau irama jantung tidak teratur.Ini mungkin tampak abnormal pada elektrokardiogram (EKG atau EKG). Biasanya, sindrom jantung atletik tidak perlu didiagnosis karena tidak menimbulkan masalah kesehatan.Hal ini nanpaknya terjadi juga pada penggiat pernapasan yang uniknya tidak melibatkan aktifitas otot dalam mencapai perlambatan BPM ini. Terjadinya hal ini memang masih belum bisa dijelaskan secara ilmiah, tetapi penulis berhipotesa, tubuh manusia sebenarnya adalah organisme cerdas, maka setiap perlakuan yang diberikan pada organisme pintar ini, maka tubuh akan beradaptasi dengan situasi baru itu secara terus menerus untuk menemukan keseimbangan metabolisme baru. Hal ini juga termasuk dalam sistem homeostasis yang berujung pada peningkatan kemampuan tubuh manusia menghadapi perubahan lingkungan dan perlakuan.Ini juga terjadi pada sistem pernapasan yang juga berpengaruh pada sistem kardovaskuler. Dimana dengan terjadinya perubahan perlakuan yang terus menerus dan intens kalau tidak mau disebut habits baru dalam olah pernapasan, maka akan terjadi perubahan sifat dan kemampuan jantung dalam menghadapi manipulasi terukur dan perubahan perilaku yang dilatih itu.Goal yang didapat adalah mengefektifkan kerja jantung agar bekerja efisien dengan BPM rendah tetapi menghasilkan tenaga yang sama besar dangan keadaan normal. Anda bisa membayangkan, apabila dengan latihan pernapasan saja, detak jantung anda bekerja dalam kisaran 20 – 30 BPM bisa menghasilkan metabolisme dan tenaga normal, akan sangat mencengangkan bila BPM normal yang lebih tinggi, anda akan menjadi manusia super

Daftar Pustaka :

healthline.com/health/athlete-heart-ratetirto.id/angka-detak-jantung-normal-manusia-sesuai-usia-eiL6ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3751677/ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3183942/ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1767992/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *