VIDEO TESTIMONI :SEMBUH DARI HEPATITIS B DENGAN PENINGKATAN PH MELALUI MANAJEMEN PERNAPASAN

Semula saya ingin mengedit video testimonial dari mbak Lily ini, tentunya agar telihat rapi dan keren dimata yang menyaksikan. Tetapi setelah satu minggu, saya berpikir, testimonial asli tanpa editan tentu akan lebih bermanfaat dan menghilangkan keraguan tentang rekayasa “ sutradara ” bagi anda yang masih bertanya-tanya tentang kekuatan oksigen melalui manajemen pernapasan dalam membunuh penyakit dan memperbaiki sistem daya tahan dan metabolisme manusia. Di bawah sebenarnya adalah pengulangan berita pada Juni 2018 ini tentang penyembuhan Hepatitis B dengan pernapasan, Banyak yang pertanyaan juga membuat sanggahan baik via inbox atau WA, dan oleh karena itu saya menghubungi mbak Lily agar bersedia membuat sebuah tesimonial pendek tentang apa, siapa, bagaimana dan dimana tentang sembuh dari penyakit ini.Testimonial ini muncul agar tidak terkesan bahwa klaim ini bersifat sepihak, tetapi oleh klaim banyak pihak yaitu

  1. Komunitas pernapasan tempat bernaung, Survivor ( mantan penderita ) dalam hal ini mbak Lily
  2. Kalangan medis yang memberikan penyataan berdasarkan hasil laboratorium

Saya kembali mengulas satu cara memusnahkan virus dengan cara menaikkan pH darah dengan pembuktian dari Dr Edgar Caycehttp://www.meridianinstitute.com/newslet/Vol7-3/7-3.html .

VIRUS TERGANTUNG PH

Rekomendasi Dr Edgar CayceEdgar Cayce menegaskan pentingnya keseimbangan pH berkaitan dengan virus umum yang menyebabkan pilek dan flu. Cayce berulang kali menegaskan bahwa agen infeksi tersebut tidak berkembang dalam lingkungan alkalin. Ketika ditanya bagaimana mencegah flu, Cayce menjawab, “dengan menjaga tubuh basa. Hanya dalam kondisi asam yang membuat virus menyerang tubuh.” (3248-1)Dr Cayce merekomendasikan menggunakan kertas lakmus untuk menguji pH urin dan air liur sebagai indikasi keseimbangan pH tubuh. Kami sekarang memiliki cara yang lebih tepat untuk memantau pH dalam bentuk kertas pH dan meter pH digital.Sebagai tindakan pencegahan praktis, saran Cayce untuk membuat tubuh menjadi basa adalah makan banyak buah-buahan dan sayuran segar, terutama salad: “… jika alkalinitas dipertahankan dalam sistem – terutama dengan selada, wortel dan seledri, ini dalam darah pasokan akan mempertahankan kondisi seperti itu untuk mengimunisasi seseorang. ” (480-19) —– Dan tentunya latihan dan manajemen pernapasan yang juga meningkatkan pH darah

APA KATA PARA AHLI TENTANG HEPATITIS B ?

Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Jika tidak segera ditangani, pendertia hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati. Hepatitis B sulit dikenali karena gejala-gejalanya tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Virus ini biasanya berkembang selama 1-5 bulan sejak terjadi pajanan terhadap virus sampai kemunculan gejala pertama. Beberapa gejala umum hepatitis B antara lain:

  1. Kehilangan nafsu makan.
  2. Mual dan muntah.
  3. Nyeri di perut bagian bawah.
  4. Sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).
  5. Gejala yang mirip pilek, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.

PENDERITA HEPATITIS B DI INDONESIA

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 680 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat komplikasi hepatitis B, seperti siroris dan kanker hati. Di Indonesia sendiri, hasil riset Kesehatan Dasar pada yang dirilis pada 2015 menunjukkan bahwa penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, dimana setengah di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan 10 persen dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.

CARA PENULARAN HEPATITIS B

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, misalnya sperma dan cairan vagina. Beberapa cara penularan umumnya antara lain:

  1. Berbagi jarum suntik. Misalnya menggunakan alat suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.
  2. Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja. Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia.
  3. Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

DIAGNOSIS PADA HEPATITIS B

Ada tiga jenis pemeriksaan antigen dan antibodi untuk hepatitis B, yakni hepatitis B surface antigen (HbsAg), hepatitis B core antigen (HbcAg), antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg). Masing-masing tes ini memiliki fungsi yang berbeda, dan akan dijelaskan lebih mendetail pada bagian diagnosis.

HEPATITIS B AKUT DAN KRONIS

Ada dua jenis infeksi hepatitis B, yaitu akut (terjadi dalam waktu singkat) dan kronis (jangka panjang). Infeksi akut umumnya dialami oleh orang dewasa. Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.Hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko mengalami hepatitis B empat sampai lima kali lebih besar dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita.Sebanyak 20 persen orang dewasa yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis. Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun. Berdasarkan penelitian WHO, sekitar 3 dari 10 penderita hepatitis B kronis akan mengalami sirosis. Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat.

PENGOBATAN HEPATITIS B

Tidak ada langkah khusus dalam pengobatan medis untuk hepatitis B. Tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit, serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.Sementara itu, pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Penanganan penyakit ini adalah menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati.“ Waduh….sepertinya tidak ada jalan keluar ya mas ?” Bila anda membaca paparan diatas, sepertinya tidak ada jalan lain kecuali menekan pertumbuhan virus dengan obat. Tetapi testimonial mbak Lily ini mudah mudahan mendobrak keyakinan itu, YAITU SEMBUH DENGAN MANAJEMEN PERNAPASAN. SEMBUH DENGAN OKSIGEN.

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Thursday, 11 October 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *