OLAH NAPAS – HIPOKSIA – OKSIMETER – LAKMUS – ALKALOSIS

Pagi ini kembali saya melalukan aktivitas rutin saya dalam melatih kelompok olah napas kecil saya yang hanya berjumlah 8 – 15 orang. Terdiri dari banyak orang dengan berbagai masalah kesehatan, 3 orang memiliki masalah kanker, 2 asma, 4 masalah diabetes dan sisanya adalah soal gaya hidup. Beberapa orang sudah sembuh , salah satunya adalah mbak Lily, penderita HEPATITIS B selama 10 tahun dan di yang dinyatakan sembuh, dipastikan dari uji lab RS Normah Malaysia, dan mertuanya ibu Lin Cin Cu yang sembuh dari rematik selama 30 tahun .

Anda ingin tahu yang lain dan siapa mereka ….????? …ah biarkan itu jadi rahasia kami.

Kelompok “ penelitian “ pernapasan yang biasa saya selenggarakan di Fakultas Teknik Unitan setiap hari Sabtu dan Minggu pagi pukul 6.30 ini sekarang mengharuskan menggunakan alat bantu oksimeter ( alat pengukur kadar oksigen dalam darah ) untuk mengukur kedalaman olah napas dalam mencapai situasi yang kami sebut HIPOKSIA. Saturasi ( kepekatan ) oksigen dalam darah secara normal adalah antara 95 – 99 %, kondisi ini memastikan manusia akan selalu dalam kondisi sehat tetapi apabila kurang dari itu maka seseorang bisa masuk dalam kondisi hipoksia. Kepekatan oksigen dalam darah secara langsung akan mempengaruhi pH darah yang disa dideteksi oleh kertas lakmus

Sebelum kita bahas mengenai HIPOKSIA, silakan lihat video pendek dan juga gambar gambar terlampir dibawah..

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Sunday, 8 July 2018

APAKAH HIPOKSIA ITU.

Hipoksia yaitu kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.

PENCETUS HIPOKSIA.

Di dalam tubuh manusia terdapat suatu sistem kesetimbangan yang berperan dalam menjaga fungsi fisiologis tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Salah satu proses adaptasi yang dilakukan oleh tubuh manusia adalah beradaptasi terhadap perubahan ketinggian yang tiba-tiba. Jika seseorang yang bertempat tinggal di Jakarta dengan ketinggian 0 km dari permukaan laut (dpl) pergi dengan pesawat terbang ke Mexico City dengan ketinggian 2,3 km dpl, maka setelah tiba di Mexico City akan merasa pusing, mual, atau rasa tidak nyaman lainnya. Oleh karena itu, kasus Hypoxia / hipoksia ini tidak terjadi pada penduduk setempat yang sudah terbiasa hidup di daerah dataran tinggi tersebut dan bagi pendaki gunung diperlukan pos-pos pemberhentian agar tubuh selalu dapat beradaptasi secara baik terus-menerus..

KESETIMBANGAN PENGIKATAN OKSIGEN OLEH HEMOGLOBIN

Berikut reaksi kesetimbangan pengikatan oksigen oleh hemoglobin:.Hb(aq) + O2(aq) ↔ HbO2(aq).HbO2 merupakan oksihaemoglobin yang berperan dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak. Tetapan kesetimbangan dari reaksi tersebut adalah:,Kc = [HbO2] / [Hb][O2].Pada ketinggian 3 km, tekanan parsial gas oksigen sekitar 0,14 atm, sedangkan pada permukaan laut tekanan parsial gas oksigen sebesar 0,2 atm..Kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Berdasarkan azas Le-Chatelier, dengan berkurangnya gas oksigen berati kesetimbangan akan bergeser ke kiri, dan berakibat kadar HbO2 di dalam darah menurun. Akibat yang ditimbulkan dari keadaan tersebut, suplai oksigen ke seluruh jaringan akan berkurang. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya rasa mual dan pusing, serta perasaan tidak nyaman pada tubuh.Kondisi tersebut akan mengakibatkan tubuh berusaha beradaptasi dengan memproduksi hemoglobin sebanyak-banyaknya. Dengan meningkatnya konsentrasi hemoglobin akan menggeser kembali kesetimbangan ke kanan dan HbO2 akan meningkat kembali seperti semula. Penyesuaian ini berlangsung kurang lebih 2-3 minggu.Dari penelitian, diketahui bahwa kadar hemoglobin rata-rata penduduk yang bertempat tinggal di dataran tinggi akan memiliki hemoglobin lebih tinggi daripada penduduk yang bertempat tinggal di dataran rendah..

LATIHAN HIPOKSIA DENGAN OLAH NAPAS.

Menahan napas dalam keadaan paru paru kosong adalah sebuah seni dari olah napas, anda perlu berlatih agar kondisi ini bisa meningkat seiring waktu. Dengan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia ini maka jaringan akan tetap kokoh dengan belajar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya pada organ tetapi juga tingkat sel . Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 6-10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dari sudut Ilmu Biologi dapat di bahwa manipulasi oksigen membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen dapat merangsang sel-sel tubuh untuk bekerja secara efisien..

BEBERAPA MANFAAT METODE OLAH NAPAS HIPOKSIA.

  1. Bertambahnya jumlah haemoglobin darah. Hal ini bisa ditemukan pada pemukim di pegunungan, dengan suasana oksigen tipis, jumlah Hb mereka lebih tinggi. Penderita anaemia dapat sembuh dengan mekanisme ini..
  2. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga biasa meningkatkan IgG, IgM dan netrofil yang merupakan sebagian dari elemen-elemen ketahanan tubuh. Tentu saja diharapkan latihan yang secara fisiologis mampu merangsang seluruh sel-sel tubuh dengan mekanisme hipoksianya akan memberikan hasil yang lebih dalam meningkatkan elemenelemen ketahanan tubuh tersebut. Penderita yang mengidap virus hepatitis B tetapi tidak disertai gejala penyakit dan tanpa kelainan pada tes fungsi hatinya dapat menggunakan mekanisme ini sebagai upaya altematif yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuhnya agar mengadakan perlawanan dan membentuk zat antinya..
  3. Latihan hipoksia akan menyebabkan orang menjadi lebih tahan terhadap akibat dari serangan penyakit kardio-vaskular khususnya yang bersifat iskemik. Iskemik artinya ialah kekurangan oksigen bagi sel-sel akibat dari kurangnya pasokan darah. Misalnya iskemik stroke (otak) dan ischamic miokard Jantung). Pada orang-orang yang telah berlatih dengan latihan hipoksida tentulah akan mendapat akibat yang lebih ringan karena sel-seinya telah terbiasa dan terlatih terhadap kekurangan oksigen.
  4. Latihan olah napas Hipoksia secara alami membuat hemoglobin bekerja efektif dalam mengikat oksigen. Pada parameter tertentu latihan ini akan meningkatkan saturasi O2 hingga maksimum dan plasma darah menjadi basa, kondisi basa ( alkalosis ) adalah kondisi tidak alami bagi bakteri, virus dan kanker yang pada umumnya “ di takdirkan “ hidup dalam kondisi asam ( asidosis ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *