GULA DARAH, ASAM URAT DAN KOLESTEROL TURUN DALAM WAKTU 45 MENIT ? YA, HANYA DENGAN OLAH PERNAPASAN.

Setelah berbicara panjang lebar tentang pernapasan yang memungkinkan seseorang bisa menurunkan masalah gula darah, kolesterol dan asam urat, sebulan kemudian saya diberi kesempatan didepan sekitar 40 orang anggota Polresta Pontianak yang memang dikumpulkan untuk kegiatan ini di aula untuk membuktikan argumen saya.

Tantangannya adalah :

Saya diminta untuk menggunakan metode pernapasan HIPOKSIA atau modifikasi dari NAPAS KERING untuk menurunkan angka indikator 3 penyakit degeneratif yang biasanya terjadi karena gaya hidup yaitu :

1. GULA DARAH.

2. ASAM URAT

3. KOLESTEROL

Saya membatin “ Hitung-hitung uji ilmu “. Ini kesempatan yang sangat bagus untuk menguji pernapasan HIPOKSIA yang saat itu memang baru saja buka bungkus ( baru ) di Pontianak.

APA ITU PERNAPASAN “ HIPOKSIA “ ?

Hipoksia sebenarnya adalah sebuah sebutan untuk kondisi tempat dimana seseorang mengalami kekurangan oksigen karena ketinggian. Apabila seorang pendaki menaiki gunung, maka semakin tinggi dia akan menemukan oksigen akan semakin tipis. Namun ada hal menarik dari orang orang yang tinggal di ketinggian. Mereka lebih “ super power” pada saat hidup di ketinggian rendah, baik dalam fisik dan juga kesehatan , mengapa ?

Baik saya akan cukilkan dari sebuah jurnal US NATIONAL LIBRARY OF MEDICINE NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH tentang betapa efektifnya latihan HIPOKSIA itu dalam mengefektifkan kerja metabolisme tubuh para prajurit Amerika

“A more recent approach to induce altitude acclimatization is the use of daily INTERMITTENT HYPOXIC EXPOSURES (IHE) in lieu of continuous residence at high altitudes.

IHE treatments consist of three elements:

1) IHE simulated altitude (inspired oxygen partial pressure: PIO2),

2) IHE session duration, and

3) total number of IHE sessions over the treatment period. This paper reviews and summarizes the results of 25 published IHE studies. This review finds that an IHE altitude>or=4000 m, and daily exposure duration of at least 1.5 h repeated over a week or more are required to have a high probability of developing altitude acclimatization. The efficacy of shorter duration (<1.5 h) hypoxic exposures at >or=4000 m simulated altitudes, and longer exposures (>4 h) at moderate altitudes (2500-3500 m) is not well documented. The predominate IHE-induced altitude acclimatization response appears to be increased arterial oxygen content through ventilatory acclimatization.”

Terjemahan :

“ Pendekatan yang lebih baru untuk menginduksi aklimatisasi ketinggian adalah penggunaan PAPARAN HIPOKSIA INTERMITEN setiap hari (IHE) sebagai pengganti tempat tinggal terus menerus di ketinggian tinggi.

Perlakuan IHE terdiri dari tiga elemen:

1) IHE simulasi altitude (tekanan parsial oksigen inspirasi: PIO2),

2) Durasi sesi IHE, dan

3) Jumlah total sesi IHE selama periode perawatan. Makalah ini mengkaji dan merangkum hasil dari 25 penelitian IHE yang diterbitkan. Ulasan ini menemukan bahwa ketinggian IHE> atau = 4000 m, dan durasi paparan harian setidaknya 1,5 jam berulang selama seminggu atau lebih diharuskan memiliki kemungkinan tinggi untuk mengembangkan aklimatisasi ketinggian. Kemanjuran durasi yang lebih pendek (<1,5 jam) eksposur hipoksia pada> atau = 4000 m simulasi ketinggian, dan eksposur yang lebih lama (> 4 jam) pada ketinggian sedang (2500-3500 m) tidak didokumentasikan dengan baik. Respon aklimatisasi ketinggian yang diakibatkan IHE tampaknya meningkatkan kandungan oksigen arteri melalui aklimatisasi ventilatori “

Ohya….AKLIMATISASI merupakan suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari suatu organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya.

Mulai bingung mas…..? Lupakan bahasa ilmiahnya ya

Kasus diatas hanya ingin menjelaskan pada kita bahwa, tubuh apabila diletakkan dalam kondisi kurang oksigen maka, tubuh akan belajar untuk mengefektifkan kerja sel dan metabolisme menjadi lebih cepat, optimum, dan lebih baik. Ini disebabkan karena meningkatnya kadar oksigen terlarut dalam darah yang membuat sel dan organ bekerja optimum setelah ditempatkan dalam kondisi normal

Oleh karena itu, pernapasan yang sifatnya yang “ terkesan anaerob” ini direkomendasikan untuk orang-orang yang juga mengalami masalah kesehatan agar tubuh mreka beradaptasi dalam kondisi-kondisi baru akibat penyesuaian sistem metabolis kondisi hipoksia.

Kembali ke uji ilmu…hehehe

Baik kita lihat, seperti apa kejutan-kejutan hasil dari olah pernapasan hipoksia ini ( Silakan lihat tabel di bawah ini ) yang langsung dikeluarkan oleh Klinik Polresta pada hari itu juga, sejak dari sebelum dan sesudah uji pernapasan. Sengaja diambil 7 orang yang paling bermasalah dalam kesehatan kolesterol, asam urat dan juga gula darah. ( Lihat gambar )

Olah pernapasan dilakukan kurang lebih 45 menit dengan 8 repetisi pernapasan hipoksia dimulai dari menahan napas dalam keadaan paru paru kosong selama 40 detik sampai dengan 2 menit

Hasilnya ? 80 % Indikator GULA, ASAM URAT, DAN KOLESTREOL TURUN. ……..menakjubkan bukan ?

Tantangan telah terpenuhi dan terbuktikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *