GLUKOSA, ASAM URAT, DAN KOLESTEROL TURUN SESUDAH OLAH PERNAPASAN. BUKTINYA ?

Data ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap 43 orang yang berlatih pernapasan bersama di aula Fakultas Teknik Untan pada akhir 2017. Dari 43 orang peserta saya dapatkan 24 orang yang secara lengkap bersedia diperiksa darahnya pada sebelum dan setelah selesai latihan.

Adapun porsi latihan pernapasan kurang lebih selama 45 menit, tanpa gerakan sama sekali, hanya melatih pola dan ritme napas pada paru- paru, mengaktifkan daya tersembunyi dari paru-paru, mengaktifkankemampuan terdalam dari mental dan ketahanan organ terhadap perlakuan ritme pemompaan oksigen dan karbondioksida dalam waktu tertentu, berupa :

1. Tarik napas

2. Buang napas

3. Tahan napas dalam keadaan paru paru terisi

4. Tahan napas dalam keadaan paru paru kosong

5. Ritme napas cepat

6. Ritme napas lambat

Sedangkan indikator kimia darah yang diamati adalah

1. Gula darah

2. Asam Urat

3. Kolesterol

( Alat tes darah menggunakan alat chek darah portabel 3 in 1 Autochek )

Selama latihan, peserta tidak boleh makan apapun sedangkan untuk minum diperkenankan minum air mineral.

INDIKATOR KIMIA TUBUH BISA BERUBAH TANPA HARUS MAKAN DAN MINUM.

Ada beberapa hasil pengamatan yang bagi orang awam cukup mengejutkan karena jarang diketahui, yaitu bagaimana kimia tubuh manusia bereaksi terhadap pengaturan pernapasan dan kemudian membentuk pola umum.

Selama ini kita bersandar pada anggapan umum bahwa kenaikan kolesterol, asam urat dan gula darah disebabkan olah asupan makanan dan minuman. Oleh karena itu sebagian kalangan medis dan masyarakat menganggap bahwa untuk sehat para penderita ketiga penyakit tersebut, harus membatasi sumber makanan yang mengandung kolesterol, asam urat, dan glukosa.

Pada data dibawah ini, semua indikator darah ternyata bisa berubah ! Anggapan umum bahkan sebagian kalangan dunia medis tentang selama ini ternyata keliru. Dan semua ini terjadi hanya karena latihan pernapasan saja. Saya akan berikan cara hitung random yang mudah ya…… ( silakan hitung semua tanda, lalu pisahkan yang panah bawah, panah atas dan kotak )

Total indikator biokimia yang dihitung dari 24 orang adalah indikator gula darah, asam urat dan kolesterol maka akan didapat 72 informasi perubahan kimia darah. Dari 72 tanda perubahan ( panah atas- merah / panah bawah – merah / kotak tetap – biru ) anda bisa hitung komposisinya.

Perhatikan jumlah panah bawah berwarna hijau yang berarti kimia darah menjadi TURUN jumlahnya lebih banyak yaitu 49 ( empat puluh sembilan ) dibandingkan dengan panah atas berwarna merah yang berarti indikator kimia darah NAIK berjumlah 21 ( dua puluh satu ) . Sedangkan warna biru yang artinya TETAP jumlahnya hanya 2 ( dua )

Informasi apa yang kita dapat ?

Latihan pernapasan BISA MENGUBAH CARA TUBUH MENGELOLA BIOKIMIANYA. Latihan olah napas bisa mengendalikan secara metabolik -sistemik tubuh manusia dan bukan tidak mungkin menormalkan dan menyembuhkan suatu yang dianggap suatu penyakit oleh kita.

BAGAIMANA OLAH PERNAPASAN BISA MENURUNKAN GLUKOSA, ASAM URAT DAN KOLESTEROL

Begini, selama latihan pernapasan, sebenarnya kita sedang mengaduk-aduk dan mengkoreksi kesalahan metabolisme secara sistemik, yang dianggap bermasalah. Ada banyak unsur yang terlibat saat olah napas diantaranya : sistem kerja metabolisme, organ, otot, elektrik tubuh, biokimia, hormon, pikiran, dan lain lain termasuk rasa atau persepsi.

Secara biokimia sederhana, mudah dijelaskan mengapa glukosa bisa turun, yaitu saat kekurangan oksigen parah, tubuh akan mencari alternatif energi lain agar metabolisme bisa bertahan yaitu segera menggunakan glukosa yang ada dalam darah. Proses shifting /pergantian sumber energi kimia lain selama latihan pernapasan inilah yang kemudian menguras kadar gula darah dan asam lemak, sehingga indikator glukosa akan turun dan akan diikuti kolesterol dan asam urat.

Mudah kan ?

KELIRU MENGELOLA STRESS SELAMA OLAH PERNAPASAN BISA MEMICU KENAIKAN INDIKATOR KIMIA DARAH

“ Lalu apa analisa mas Eko untuk indikator kimia yang naik itu mas ? Kok bisa begitu ya mas ? ”

Latihan olah pernapasan memang bukan seperti meditasi yang menggunakan metode pernapasan ringan. Meditasi lebih seperti mengikuti irama kerja tubuh manusia termasuk segala pernik yang berhubungan dengan ebergi alam. Olah pernapasan berbeda, ada upaya berat dalam me”nyeiring” kan antara kendali syaraf otonom terhadap paru-paru yang bekerja dalam sistem, dengan pikiran sadar. Dalam kata lain latihan pernapasan adalah “ melawan” kekuasaan syaraf otonom yang menguasai seluruh sistem kerja tubuh manusia melalui media paru-paru agar seiring dengan kendali otak sadar. Mudah mudahan, rangkaian panjang kalimat ini tidak membuat anda minum obat pening ya….

Melawan kekuasan syaraf otonom yang perkasa memang menimbulkan stess. Seperti apa ? Seperti kalau saya katakan kepada anda, tolong tahanlah napas selama 2 menit ! Harus dan jangan sampai bocor !

Anda pasti akan berpikir keras , tahan napas 2 menit, itu menantang logika bukan ? Itu sangat tidak mungkin, pasti manusia bisa mati dan seribu bayangan buruk lainnya bukan..? Baik, artinya anda mulai paham

Pada saat persepsi “ sulit dan berat “ itu muncul, maka bagian dari otak akan menyalakan alarm tubuh. Hal itu kemudian akan memicu kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal mengeluarkan hormon adrenalin, hal ini bersamaan dengan hormon kortisol. Hormon adrenalin akan meningkatkan detak jantung, sementara hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres akan meningkatkan gula dalam aliran darah. Menurut penelitian, gangguan terhadap pengeluaran hormon kortisol dapat meningkatkan berat badan sekaligus memengaruhi tempat penyimpanan lemak tubuh. Ini akan berpengaruh rangkaian pembentukan terhadap asam urat dan kolesterol

MODEL TERBAIK DALAM OLAH PERNAPASAN AN ADALAH KESELARASAN ANTARA TUBUH DAN PIKIRAN

Berdasarkan analisa data tersebut tentunya anda mulai mengerti ternyata olah pernapasan penyembuhan yang baik tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan dan sembarangan. Keliru dalam penerapan maka justru menimbulkan masalah baru pada kimia darah yang bisa memperburuk keadaan, bimbingan dari pelatih yang berpengalaman tentu saja sangat diperlukan.

KESIMPULAN UMUM

1. Glukosa, asam urat, dan kolesterol bisa turun karena latihan pernapasan

2. Stress yang tidak dikelola sepanjang latihan bisa meningkatkan resiko kenaikan glukosa, asam urat, kolesterol dan reaksi berantai lainnya

3. Perlunya pengetahuan tentang cara kerja hormon erdorphin dan oksitosin yang merupakan lawan dari kerja hormon kortisol dan adrenalin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *