BIOKIMIA OLAH PERNAPASAN

ORGAN PENGATUR pH DARAH MANUSIA UNTUK MEMBENTUK HOMEOSTASIS DAN MAHALNYA SEHAT DENGAN ASUPAN ALKALI DARI LUAR TUBUH

BAGIAN 1.

Beberapa hari ini saya mencari-cari bahan tulisan untuk menjelaskan betapa pernapasan Merpati Putih sungguh dahsyat bila digali. Banyak inspirasi hadir, dan dengan semakin menuanya usia, saya harus mulai tahu diri bahwa panggung saya harus bergeser dari ranah kanuragan yang dinamis penuh tenaga dan gerak watak kesatriaan, ke ranah lain yang bicara tentang humanisme, belas kasih dan tindakan preventif dalam kesehatan. Dan menggalinya dari keilmuan MP memang jauh lebih mengasyikkanSemuanya tetap dalam alur ” mersudi ” Merpati Putih, dan juga mersudi dalam alur ilmiah yang bisa dipertanggungawabkan.

Dalam menjelaskan tulisan ini saya selalu teringat dengan buku ” Art of War” karya Sun Tzu (544–496 SM) tentang komunikasi, ini katanya :” In night battles use torches and drums; in day battles use flags and pennants. Drums, gongs, flags, and pennants are used to unite men’s eyes and ears.” – Sun TzuIntinya bahwa semakin sederhana ( adaptatif ) bahasa komunikasi saya dalam menjelaskan, maka semakin banyak orang yang akan mengerti apa yang saya maksud. Padahal bahasa ilmiah sepertinya bukan untuk awam, tetapi saya harus memodifikasi agar lebih mudah di cerna awam, ruwet ternyata

….Kembali ke laptop….,Berbicara mengenai pH yang ” konon” katanya berperan dalam menempatkan manusia menjadi SUPER POWER dalam menghadapi penyakit degeneratif dan penyakit akibat virus, bakteri, jamur atau kanker, ternyata di kendalikan oleh oleh 2 organ penting ini. Paru paru dan ginjal. Dulu saya selalu beranggapan bahwa, tubuh manusia sangat ringkih dalam mempertahankan dirinya sehingga perlu bantuan dari luar, agar pH darah bisa ditegakkan dalam kondisi homeostasis dengan cara selalu memerlukan cairan ( minuman ) ataupun makanan alkali dari luar tubuh.

Ohya, sebelum kita bicarakan tentang organ pengatur pH, saya akan jelaskan sedikit tentang HOMEOSTASIS diatas, karena kalau saya bicara tentang bahasa aneh ini, sebagian pendengar awam saya hanya menatap saya dengan mata kosong, mungkin setengah mengerti, tidak mengerti, bahkan kadang pura-pura mengerti…..hehehe. Padahal ini penting untuk menyambung pemahaman tentang penyembuhan. Homeostasis adalah kondisi paling sempurna dimana tubuh mampu menyeimbangkan dirinya dalam semua perubahan kondisi termasuk mampu, memperbaiki, mengoreksi, menyembuhkan dan juga meregenerasi selnya. Homeostasis secara alami mampu mempertahankan diri dari berbagai serangan penyakit degeneratif termasuk serangan virus, bakteri bahkan kanker. Karena secara kodrati lingkungan pH dari penyakit ini memang berbeda dari kodrat pH alami sel tubuh manusia.

Tuhan Yang Maha Kuasa sudah membuatkan kapling-kapling pH untuk mahluk-mahluknya. apabila rentang pH adalah 1 ( sangat asam ) sampai dengan 14 ( sangat basa ) maka manusia diberikan kapling pada pH 7,35 – 7,8 agar sehat prima, dan secara umum penyakit ( bakteri, virus, jamur, tumor dan kanker ) diberikan kapling pH 3 sampai 6 kadang 7 agar bisa berkembang biak. Pertanyaannya : “ lho mas Eko, kok manusia bisa diserang penyakit, kan katanya sudah ada kapling-kaplingnya ? “Betul, manusia sudah dapat kapling di pH 7.35 – 7,8 agar sehat prima, mampu beranak pinak dan menjalankan misi Tuhan didunia. Tetapi diakui atau tidak dalam dunia modern, pH kodrati itu sering manusia langgar karena gaya hidupnya sendiri. Gaya hidup berkejaran dengan waktu, dengan target, ambisi yang menimbulkan stress dan dengan pola makan yang buruk mengakibatkan penyakit baru yang di sebut penyakit degeneratif ( penyakit tidak menular ).

Saya tidak perlu jelaskan tentang apa itu degeneratif, mbah Google akan menjelaskan secara detail kalau anda mau mencarinya.‘ Hubungannya apa mas..? “Gaya hidup seperti itu menimbulkan kekacauan hormon dan sistem alami pada tubuh manusia, pH darah yang seharusnya berada pada kisaran 7,35-7,8 menjadi turun bergeser ke kapling virus, bakteri, jamur dan kanker di pH 3 – 6. Jadi secara tidak sadar, memang kita yang menginginkan mereka ( penyakit ) menyerang, karena kita yang masuk ke kapling wilayah hidup mereka atau singkatnya kita yang menyerahkan diri kepada mereka. Yang saya ingin garis bawahi adalah; VIRUS, BAKTERI, MIKROBA, JAMUR DAN KANKER YANG HIDUP PADA pH 3- 6 TIDAK BISA HIDUP SECARA MUTLAK PADA pH KODRATI MANUSIA YAITU pH 7.35-7.8. Apabila virus masuk dalam rentang kapling pH kodrati manusia ini maka sama saja mereka masuk ke padang gersang tiada kehidupan dan mereka akan mati perlahan. Ya virus, bakteri, mikroba, jamur dan kanker bisa dikalahkan bukan dengan antibody, bukan dengan autoimun, atau antivirus yang membutuhkan banyak biaya, tetapi pada garis takdir alami yang lebih perkasa, HUKUM ALAM yang mengatur keseimbangan. Pasti tambah mudeng ya.

Baik bicara tentang hukum alam maka selanjutnya kita harus bicara organ alami manusia yang sebenarnya sangat vital dalam mengembalikan HOMEOSTASIS dan pH manusia kembali menjadi normal dan sangat ULTIMATE SUPER POWER dalam memberantas penyakit. Inilah dia jagoannya : Paru-paru dan Ginjal…“ Whaaaat…!?, yang bener ah mas,…..pemberantas penyakit alami bukannya sel darah putih / leukosit ya ? “Begini, menurut WIKIPEDIA : Sel darah putih, leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler/diapedesis. Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.Kesimpulannya, sel darah putih akan aktif bila penyakit muncul dalam tubuh kita. Ingat hukum kodrati pH virus, bakteri, mikroba, jamur dan kanker ? Apabila pH tubuh kita asam maka gerombolan penyakit akan menyerang. Dan sel darah putih akan bekerja keras untuk memberantasnya.

Kembali ke substansi ya…

Kita masuk ke penjelasan tentang PARU PARU dan GINJAL yang ternyata disinilah dedengkot pengatur pH bermarkas Paru-paru dan Ginjal memiliki banyak fungsi. Mereka berperan dalam sistem pernapasan pada manusia maupun sistem ekskresi pada manusia. Fungsi utama paru-paru berfungsi sebagai alat pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam darah sedangkan ginjal adalah untuk menyaring darah. Namun, itu baru fungsi utamanya saja. Masih banyak lagi fungsi ginjal dan paru-paru yang akan saya ulas

FUNGSI PARU-PARU

Saya ringkas menjadi 5 saja agar anda tidak sulit mengingat tetapi perhatikan pada penjelasan dengan hurup besar, yaitu:

  1. Dalam sistem ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Kedua zat tersebut adalah zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
  2. Fungsi utama paru-paru adalah sebagai pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.
  3. Paru-paru juga mempunyai fungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa tubuh. Bila terjadi asdosis (terlalu banyak asam dalam cairan tubuh), maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
  4. Paru-paru tentu saja berfungsi sebagai pemasok oksigen di daam tubuh. Paru-paru bekerja dengan menyesuaikan kondisi tubuh kita. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja dengan lebih pelan. Karena saat kerja berat, tubuh kita membutuhkan pasokan oksigen yang lebih banyak.
  5. SELAIN ITU, PARU-PARU JUGA TERLIBAT DALAM FUNGSI-FUNGSI NON PERNAPASAN SEPERTI MEKANISME HOMEOSTATIS TERTENTU, MENYEDIAKAN UDARA UNTUK MENCIPTAKAN SUARA VOKAL, DAN PROSES KEKEBALAN TUBUH.

FUNGSI GINJAL

Saya juga ringkaskan menjadi 5 agar seimbang dengan fungsi paru-paru. Anda bisa perhatikan pada bagian yang tercetak dalam hurup besar, yaitu:

  1. Ginjal berfungsi sebagai tempat penyaringan darah. Bagian ginjal yang paling berperan dalam fungsi ini adalah nefron. Tujuan dari penyaringan darah adalah untuk membuang cairan dan zat yang tidak dibutuhkan atau berlebihan dan juga untuk membuang racun. Setiap harinya ginjal menyaring sekitar 200 liter darah.
  2. Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar pH darah agar tidak terlalu asam. GINJAL MEMPERTAHANKAN PH PLASMA DARAH PADA KISARAN 7,35 MELALUI PERTUKARAN ION HIDRONIUM DAN HIDROKSIL. AKIBATNYA, URINE YANG DIHASILKAN DAPAT BERSIFAT ASAM PADA PH 5 ATAU ALKALIS PADA PH 8.
  3. Sebagai pengatur volume darah dalam tubuh. Pada ginjal terdapat erythropoietin. Erythropoietin adalah hormon yang menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.
  4. Ginjal berfungsi untuk memonitor jumlah cairan pada tubuh. Ginjal memiliki “sensor” untuk mengatur berapa banyak air seni yang dikeluarkan beserta konsentrasi elektrolit di dalam tubuh.
  5. Ginjal juga memiliki beberapa zat dan hormon. Ginjal menghasilkan vitamin D dan berbagai hormon untuk mengatur pembentukan sel darah merah seperti erythropoietin.

Gambar :

Penjelasan pada bagian awal ini, cukup membuat membuat teman-teman seperguruan tergila gila untuk mencapai kondisi homeostasis sehat ideal dengan ” pamer” hasil lakmus setiap hari .Daftar Pustaka :Sun Tsu, THE ART OF WARFAREhttp://drsircus.com/general/viral-spread-ph-sensitive/https://www.researchgate.net/post/What_is_PH_of_human_fluids_and_impact_on_diseasehttps://hanifa93.wordpress.com/2013/05/20/penyebab-kanker/https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putihhttp://hedisasrawan.blogspot.com/2013/12/10-fungsi-ginjal-dan-paru-paru.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *