TESTIMONI : MEMBUNUH KISTA OVARIUM ( TUMOR JINAK ) , DENGAN OLAH PERNAPASAN

Satu hari saja saya tidak bertatap muka dengan para peserta komunitas olah pernapasan MoBI Fakultas Teknik ternyata membuat saya tertinggal banyak berita perkembangan kesehatan mereka. Sabtu dan Minggu adalah hari yang padat, saya seharusnya menemani, mendampingi dan membimbing teman-teman pencari kesehatan di Fakultas Teknik Univ Tanjungpura, tetapi pada hari sabtu yang sama dan jam yang sama, saya mendapat kehormatan untuk presentasi di depan para anggota komunitas PERSADIA ( Persatuan Diabetes Indonesia ) perwakilan Pontianak di RS Antonius. Mengenalkan pernapasan, dan juga mengenalkan Merpati Putih memang selalu menyenangkan.

Ternyata, ada berita gembira yang terlewat selama saya sibuk presentasi di PERSADIA. Apakah itu ?Saya dahulukan artikel tentang berita gembira karena mungkin berguna bagi semua wanita yang sedang menderita kista. Ternyata metode pernapasan ini mampu mengusir kista / myom dan membunuhnya perlahan.

Kabar gembira ini datang Mbak Suryani, seorang anggota kami yang baru ikut bergabung belum genap 2 bulan. Sedari awal saya hanya diberitahu bahwa masalah yang dialami adalah hipertiroid, dan sebagaimana lazimnya setiap anggota baru, maka pelatihan olah pernapasan umum dan standar yang diberikan. Rencananya setelah menguasai beberapa metode pengendalian hiperoksia dan hipoksia serta hormon maka akan diberikan olah pernapasa dengan beberapa sikap tubuh agar “ menjinakkan “ tiroid yang terlalu aktif ini.

Minggu pagi hari ini 21/10/2018 saya melatih seperti biasa, mulai jam 06.30 hingga 2 jam kemudian. Selama latihan saya dihubungi via WA oleh mas Joko yang saya minta untuk mewakili saya melatih sabtu kemarin. Intinya memberitahukan tentang hasil uji laboratorium terakhir pertumbuhan kista mbak Suryani di RS Timberland, kota Kuching – Malaysia.

Saya konfirmasi, dan berita itu dibenarkan oleh mbak Suryani ( Rata-rata peserta ternyata punya masalah kesehatan ganda, tetapi yang di sampaikan ke pelatih biasanya hanya 1 saja …hehehe, tapi tidak apa, karena penyembuhan dengan pernapasan memang bersifat holistik ).

Berawal dari general check up pada bulan Maret di RS yang sama, diketahuinya adanya kista berukuran 22.5 mm pada rahim, apakah membuatnya takut ? Sudah pasti. Oleh karena itu diambil keputusan berupa rawat jalan dengan janji harus kembali periksa ke Malaysia pada bulan Juni 2018.

Hasil check up bulan Juni sangat mengecewakan, kista tetap berukuran sama, tetap 22.5 mm. Hasil pengobatan selama 3 bulan penuh sepertinya tidak berpengaruh sama sekali. Atas dasar inilah yang mendorong mbak Suryani mengikuti program olah pernapasan ini.

Selama dalam minggu ketiga bulan Oktober 2018 ini ( 3 bulan setelah check up yang 2 ) , mbak Suryani kembali check up ke Malaysia dan pulang dengan wajah senang luar biasa. Kistanya mengecil menjadi 8 mm, dan itu segera menjadi berita yang menggugah bagi komunitas kami terutama setelah banyak keajaiban kesehatan melalui pernapasan terjadi di depan mata kami.

Sebagai penguat klaim, saya meminta mbak suryani, saat check up yang akan datang ( ke 4 ) , membawa data laboratorium lengkap agar berita ini tidak menjadi sekedar hipotesa.

APA ITU KISTA, SI TUMOR JINAK YANG BERBAHAYA ?

Kista merupakan sebuah kantung yang berisi cairan, udara, atau bahan lainnya yang abnormal dan menempel pada organ terdekat. Kista merupakan tumor jinak (bukan kanker ). Umumnya, kista tidak menimbulkan gejala apapun. Akibatnya, kista dibiarkan berkembang, menjadi lebih besar, dan dapat menjadi parah.

Kista dapat berkembang di bagian mana saja di tubuh wanita seperti hati, ginjal, dan payudara. Namun, lebih sering berkembang di daerah rahim, sama seperti miom. Sehingga, para wanita sering sulit membedakan antara miom dan kista di rahim atau ovarium. Padahal, miom dan kista di rahim jelas berbeda. Perbedaan miom dan kista adalah pada isinya. Kista terbentuk dari cairan yang menumpuk, sedangkan miom terbentuk dari sel-sel yang terus tumbuh sehingga menjadi daging tumbuh.

Kista ovarium yang besar dan sudah parah dapat menimbulkan gejala, seperti nyeri panggul, menstruasi tidak teratur, merasa kembung, dan lebih sering buang air kecil. Penyebab dari kista masih belum jelas. Namun, faktor keturunan, penyumbatan pada saluran yang memengaruhi aliran keluar cairan, atau kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik mungkin dapat berperan dalam perkembangan kista ovarium.

Kista adalah tumor jinak yang memiliki sifat mirip kanker tetapi minus metastasis, artinya tumor ini juga adalah sel liar yang terbentuk dari radikal bebas, bersifat lokal, dan tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Sebagaimana saya sudah jelaskan mengenai kanker sebelumnya, saudara mudanya ini juga merupakan sel-liar yang berkembang tidak terkendali, merupakan sel tidak teratur, tidak saling berkomunikasi, selnya besifat abadi, penyuka gula, hidup dalam pH asam, tidak terdeteksi oleh sistem imunitas, tidak memerlukan oksigen dan lainnya.

Apabila anda memperhatikan beberapa artikel tentang kanker maka ada celah yang bisa kita masuki lewat metode pernapasan, yaitu :

  1. Celah bahwa kanker / tumor / kista penyuka gula
  2. Celah bahwa kanker / tumor / kista hidup dalam pH rendah
  3. Celah bahwa kanker / tumor / kista menghindari oksigen

Kembali saya menekankan 3 pola dan metode penanganan yang saling melengkapi agar berhasil baik membunuh kista secara perlahan.

  1. Olah pernapasan yang menghasilkan pH tinggi, oksigen tinggi dalam darah yang menguras glukosa
  2. Diet ketat rendah karbo atau diet ketogenic bila diperlukan
  3. Pengaturan cara berpikir dan termasuk mengendalikan perasaan dan prasangka negatif yang mengacaukan kerja hormon kortisol dan mempengaruhi keasaman darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *