MEMAHAMI pH DARAH UNTUK DASAR PENYEMBUHAN ORGAN YANG SAKIT

Setiap kali saya menjelaskan tentang pernapasan dan pH, saya menangkap dua ekpresi dari setiap wajah pemerhati yang saling bertentangan. Pada saat bicara pernapasan saya menemukan wajah dan bola mata fokus yang menyiratkan mengerti dengan baik apa yang saya maksud. Tetapi saat saya bicara pH, sebagian besar menatap saya kosong, mengernyitkan wajah, bengong tanda tidak mengerti, atau pura pura mengerti …hehehehe.

Baik saya akan ulangi lagi karena ini penting buat kita dan keluarga.

APA SIH pH ITU ?

Bila kita dulu saat SMA memilih jurusan Biologi atau Fisika atau IPA, kita pasti ingat ketika belajar tentang keseimbangan asam / basa, juga disebut sebagai pH tubuh (“potensial Hidrogen ” atau “kekuatan Hidrogen”) PH diukur pada skala dari 0 hingga 14, dengan 7,00 yang netral (normal), di bawah itu bersifat asam (dengan 0 yang paling asam) dan di atas itu adalah basa (dengan 14 yang paling basa.)

Mudah mudahan nggak bingung ya………bacanya pelan pelan saja.

Hidrogen adalah unsur kimia yang memiliki proton dan elektron. Jika elektron dilucuti, maka ion positif yang dihasilkan adalah proton. Singkatnya, penting untuk dicatat bahwa zat alkali / basa adalah proton “akseptor” ( penerima ) bermuatan +. Sementara asam adalah proton “pendonor” ( penambah ) muatan – . Karena basa memiliki pH yang lebih tinggi, tentu saja memiliki potensi lebih besar untuk menyerap ion hidrogen dan sebaliknya untuk asam.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN pH SEIMBANG ?

Dalam kimia, kita juga tahu bahwa air yang dalam bahasa kimia disebut H2O, terurai menjadi ion hidrogen (H +) dan ion hidroksil (OH-). Ketika larutan mengandung lebih banyak ion hidrogen daripada ion hidroksil, maka dikatakan asam. Ketika mengandung lebih banyak ion hidroksil daripada ion hidrogen, maka dikatakan bersifat basa. Seperti yang Anda duga, pH 7,00 disebut netral karena mengandung ion hidrogen dan ion hidroksil dalam jumlah yang sama.

Lebih dari 70% dari tubuh kita adalah air. Ketika sel menciptakan energi melalui pernapasan aerob, mereka membakar oksigen dan glukosa. Secara sederhana, agar tubuh dapat menciptakan energi, diperlukan sejumlah besar hidrogen. Faktanya, setiap hari tubuh kita menggunakan sekitar 250 gram hidrogen murni. Bahkan DNA kita disatukan oleh ikatan hidrogen dan karena pH basa lebih tinggi ion hidroksilnya, maka memiliki potensi lebih besar untuk menyerap hidrogen, yang menghasilkan lebih banyak oksigen yang dikirimkan ke sel.

Ok …selanjutnya ini baca lebih perlahan ya…… tidak semua anda yang membaca adalah jurusan Fisika dan Biologi saat SMA bukan ? Saya carikan bahasa yang mudah.

Konsentrasi ion hidrogen bervariasi lebih dari 14 kekuatan ( pangkat ) 10. Maksudnya perubahan satu unit pH mengubah konsentrasi ion hidrogen dengan faktor 10. Skala pH adalah skala logaritmik umum. Bagi anda yang tidak pernah menyukai matematika, bahwa zat yang memiliki pH 5,2 akan 10 kali lebih asam dari zat dengan pH 6,2. Itu berarti adalah 100 (10 kuadrat) kali lebih asam daripada zat dengan pH 7,2, dan 1.000 kali lebih asam daripada zat dengan pH 8,2, dan seterusnya.

Darah kita sebenarnya adalah alat transportasi, salah satunya adalah pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan tubuh. Darah kita harus selalu mempertahankan pH 7,35 agar dapat bekelanjutan mengangkut oksigen. Tuhan telah mendesain tubuh dengan kemampuan untuk mengoreksi diri bila tingkat pH tidak seimbang melalui mekanisme yang disebut sistem penyangga / buffer. Dalam kimia, penyangga adalah zat yang menetralkan asam, sehingga menjaga pH larutan relatif konstan meskipun penambahan sejumlah asam atau basa cukup banyak.

Namun, jenis makanan yang saat ini yang digemari penuh dengan “ makanan sampah”, makanan cepat saji, makanan olahan, dan soda, yang penuh dengan karbohidrat, yang seluruhnya bersifat asam, membuat tubuh memeras cadangan mineral alkali yang dimiliki untuk menjaga pH seimbang dalam darah. Meskipun tubuh biasanya bisa mempertahankan cadangan alkali seperti yang tersimpan pada tulang ( kalsium tulang mengandung alkali ) dan juga oksigen hasil pernapasan untuk menyangga asam. Dalam situasi ini, banyak dari kita menguras cadangan alkali kita terlalu cepat.

Ketika sistem penyangga keseimbangan kita mencapai kelebihan beban dan kehabisan cadangan, kelebihan asam menumpuk dalam darah dan jaringan. Semakin banyak asam terakumulasi, kerja organ tubuh akan mulai memburuk. Asam ini mengoksidasi pembuluh darah dan arteri lalu mulai menghancurkan dinding sel dan organ.

Memiliki pH asam diibaratkan seperti mengendarai mobil dengan lampu “check engine” menyala. Ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan mesin dan jika kita tidak memperbaikinya segera, maka akhirnya mobil akan rusak.

DARAH ASAM MEMBUAT SEL BAIK KITA BERUBAH MENJADI SEL KANKER

Menurut Keiichi Morishita dalam bukunya, “ Hidden Truth of Cancer” , ketika darah menjadi asam, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dari darah agar tetap sedikit basa. Tetapi bila gagal maka darah akan menjadi asam dan beracun.

Seiring waktu, banyak dari sel-sel akan menjadi asam dan mati. Namun, beberapa sel yang diasamkan ini beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan kata lain beberapa sel bertahan dan menjadi menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel abnormal pasti bersifat ganas, dan mereka tidak sesuai dengan fungsi otak atau kode memori DNA. Sel-sel ganas tumbuh tanpa batas, liar, tidak terkendali dan tanpa urutan. Ini yang disebut sel kanker.

DARAH ASAM MERACUNI SEL TUBUH TERMASUK ORGAN KITA

Menempatkan terlalu banyak asam di dalam tubuh Anda sama saja dengan menaruh racun di akuarium kita.. Setelah membunuh ikan ikan yang ada, kita bisa mengetahui bahwa faktor kunci dalam menjaga ikan tetap hidup adalah kondisi air. Jika air tidak seimbang, maka ikan akan cepat mati. Kita belajar, bila salah memberi makanan yang keliru maka ikan akan mati cepat.

Ikan-ikan itu akan tetap hidup bila kita sebagai pemiliknya menjaga keseimbangan dalam makanan, dan juga air. Untuk itu perlu wawasan bukan…?

Sekarang, bayangkan tubuh anda adalah akuarium, apabila anda salah memilih pola pikir, pola makanan dan pola pernapasan, maka nasib organ-organ kita akan bernasib sama seperti ikan-ikan itu.

Hehehehe…… maaf bukan menakut-nakuti. Begitulah penjelasan ilmiah berbicara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *