VIDIO TESTIMONI : REGENERASI SEL PADA KULIT DENGAN 20 HARI OLAH PERNAPASAN

Saya akan bicara sedikit tentang sejarah stem cell atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan Regenerasi sel. Setelah itu saya akan berikan beberapa pengamatan dan pembicaraan yang lebih membumi yang saya dapat dari beberapa orang yang ikut berlatih olah napas. Kali ini dengan seorang peserta yang mencoba menguji teori tentang regenerasi sel dengan olah napas.

SEJARAH TENTANG SEL INDUK DAN REGENERASI SEL

Sel punca, sel induk, sel batang (bahasa Inggris: stem cell) merupakan sel yang belum berdiferensiasi ( membentuk sel dengan fungsi tertentu ) dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.

Sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh ( regenerasi sel ) yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Hanya sebagai info tambahan, Indonesia telah memiliki 2 lembaga penelitian dan aplikasi sel punca ini yaitu Insitute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga dan Kalbe Farma. Penggunaan sel punca saat ini ditujukan untuk 20 jenis penyakit, tetapi baru 5 jenis sel punca yang telah dapat dikembangkan secara massal.

Penelitian regenerasi sel ini diawali oleh Robert Hooke pada tahun 1665 mulai melakukan pengamatan terhadap sel gabus tanaman ketela. Kemudian dilanjutkan oleh Robert Brown (1831) yang menemukan keberadaan inti sel (nucleus) didalam sel yang diduga awalnya amat berperan dalam perkembangan makhluk hidup melalui segala proses yang terjadi dalam sel. Kemudian peran sel inti ini kemudian dikuatkan oleh penelitian Matthias J. Schleiden dan Theodore Schwann (1838) yang meneliti bahwa sel terus tumbuh dan dapat memperbanyak diri, menjadikan sel sebuah unit struktural dalam sebuah makhluk hidup. Penelitian lanjutan oleh Max Schultze (1861) yang menemukan bahwa sel bermetabolisme untuk berkembangbiak, menjadikan sel sebuah unit fungsional terkecil dalam makhluk hidup. Rudolf Virchow melalui penelitiannya mengemukakan bahwa sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula de cellula). Didukung oleh penelitian Gregor Mendel (1863) yang mengemukakan bahwa sel adalah unit hereditas terkecil yang berarti susunan kromosom sel makhluk hidup selalu sama. ( ini ada di materi pelajaran SMA pada pelajaran Biologi )

Dari 2 penelitian terakhir, yaitu oleh Rudolf Virchow dan Gregor Mendel, diambil kesimpulan bahwa pada akhirnya sel akan selalu sama sifat kromosomnya dan akan selalu berkembang menjadi sel baru. Ini adalah prinsip dasar dengan mengganti sel-sel yang rusak dengan sel baru yang dicangkokkan dari sel individu lain, yang lebih dikenal dengan istilah stem cell atau sel induk. Peneltian dunia medis tentang regenerasi sel berkembang pesat hingga saat ini, saling bersaing dengan pijakan dari teori , penelitian, dan penemuan dari fakta regenerasi sel sebelumnya.

REGENERASI SEL DENGAN OLAH NAPAS HIPOKSIA (OKSIGEN TEKANAN RENDAH )

Penelitian tentang regenerasi sel alias peremajaan sel dengan tekanan udara rendah ini bisa anda baca dari artikel yang saya terjemahkan dari jurnal yang di tulis oleh 6 ilmuwan yaitu Hamid Abdollahi , MD, Lisa J. Harris , MD, Ping Zhang ,PhD, Stephen McIlhenny , BS, Thomas Tulenko, PhD dan Paul J. DiMuzio , MD sebelum tulisan ini. Mereka menyimpulkan bahwa konsentrasi oksigen merupakan faktor penting dalam pemeliharaan, diferensiasi dan fungsi sel induk. Penggunaan konsentrasi oksigen rendah sebagai sarana untuk mensimulasikan norma fisiologis lingkungan mikro sel induk dapat berguna dalam mempertahankan dan memperluas populasi sel yang mungkin terbatas suplai atau sulit untuk dibudidayakan

SEBUAH TESTIMONI REGENERASI SEL PADA KULIT KAKI DALAM 20 HARI

Saya tampilkan beberapa tanya jawab saya dengan seorang pelaku olah napas regenerasi sel di WA yang saya pindahkan ke artikel ini lengkap dengan 2 video yang dikirmkan dengan jarak 20 hari.

Video 1

Kondisi kulit kaki sebelum latihan pernapasan intensif pada tanggal 6 Juni 2019

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Tuesday, 2 July 2019

Video 2

Kondisi kulit kaki sesudah latihan pernapasan intensif pada tanggal 26 Juni 2019Regenerasi sel terjadi

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Tuesday, 2 July 2019

Video 1 dibuat tanggal 6 Juni 2019 dan video 2 dibuat tanggal 20 Juni 2019

“ Jadi seperti yang saya sampaikan bahwa dampak fisik yang saya rasakan dari olah nafas ini adalah sembuhnya pecah2 kulit kaki saya. Cuma karena lama gak latihan, akhirnya pecah2 n kering lagi seperti yang saya rekam tanggal 6 Juni ini. Sengaja saya rekam sebagai pembuktian dari saya, bahwa dengan olah nafas, kulit kaki pecah2 saya bisa membaik seperti video yang siang ini saya rekam berikut.” “ Video ini baru siang ini saya rekam, sudah menunjukkan kondisi yang membaik dibandingkan tanggal 6 Juni. Mungkin pertanyaannya, kenapa lama sekali proses kesembuhannya? Jawaban saya, ya karena terus terang saya kurang disiplin . Tapi yang ingin saya sampaikan di sini, bahwa saya yakin dengan olah nafas ini benar-benar membantu regenerasi organ-organ tubuh kita, termasuk membantu kesembuhan bbrp penyakit sesuai apa yang sudah mas Eko tulis berdasarkan testimoni bbrp penderita. Ini aja terus terang saya tidak latihan olah nafas tiap hari, apalagi kalau saya bisa disiplin olah nafas.” “ ……20 hari mas, dari tanggal 6 Juni, sampai 26 Juni. Tapi itu karena saya tidak tiap hari olah nafas. Saya yakin dengan saya lebih disiplin lg, gak akan butuh waktu lama untuk memperbaiki kondisi pecah2 kaki saya. Sejak saya kenal olah nafas inu dan mempraktekkan kemudian merasakan dampak fisiknya, saya merasa seperti Logan/Wolverine 😁, karena bisa menyembuhkan diri sendiri dengan cara mengaktifkan sistem kerja regenerasi sel (kalau saya menyebutnya)”. “ Untuk kondisi kulit kering dan pecah2 pada kaki saya yang parah, saya cuma bisa menganalisa bahwa itu ada hubungannya dengan sakit tiroid saya.

Setelah diangkat kedua kelenjarnya, otomatis saya harus mengkonsumsi obat pengganti hormon, yang mana hormon tiroid adalah hormon pertumbuhan. Meski mengkonsumsi obat hormon pengganti, kemungkinan tidak keseluruhan mencakup keseluruhan tubuh, yang salah satunya terlihat secara fisik di kulit kaki saya.Saya sudah merasakan kulit telapak kaki kering (terutama di tumit sampai pecah2), memang sudah lama sejak sebelum ditemukannya sakit tiroid saya.

Mungkin itu salah satu symtoms yang saya alami, karena tidak seperti penderita tiroid lainnya yang punya symtoms mata melotot, tangan gemetar/tremor dan gejala2 tiroid lainnya……….”. Proses regenerasi sel dengan latihan pernapasan dengan oksigen rendah yang terjadi pada kulit merubah kondisi kulit dengan sangat mengesankan. Ini artinya bisa terjadi pada bagian manapun pada tubuh anda selama ada tekun dan tabah dalam berlatih. Saya jadi memahami mengapa stem cell banyak diaplikasikan pada bedah estetis pada klinik klinik perawatan untuk para pecinta kecantikan dan kesempurnaan penampilan didunia

Semoga mencerahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *