TESTIMONI : SEORANG SURVIVOR KANKER TYROID, MAS RISMAN. SEMOGA BISA SEGERA BERLAYAR KEMBALI.

Masih ingat dengan mas Risman Bayu Asmoro yang pernah saya tulis dalam artikel pendek saya mengenai seorang penderita kanker tyroid di Yogyakarta 7 bulan lalu ? Apa kabarnya kini ? Saya mendapat kejutan sepertinya…..Ya…berdasarkan uji laboratorium, mas Risman dinyatakan bebas dari kanker Tyroid !! Pada tanggal 8 Mei 2019 mas Risman memberikan kabar kalau beliau sudah di perbolehkan untuk menempuh uji sertifikasi berlayar lagi. Kok bisa? Ya Jadi ini sebenernya ini kabar yang sudah lama saya kantongi, hanya saja lambat saya release. Tujuh bulan pelatihan jarak jauh ( saya di Pontianak, mas Risman di Yogyakarta ) rupanya tidak membuat patah semangat.

Saya selalu melihat ada ada saja kegiatannya yang saya lihat dari akun facebooknya dalam memperdalam kemampuan olah pernapasan. Apabila anda melihat salah satu video yang saya perlihatkan, tampak mas Risman berupaya melatih kemampuan berbagai jenis sikap kop stand. Apa yang terjadi disini ?.

MEMANIPULASI GRAVITASI

Kop stand (melakukan sikap tegak dengan kepala di bawah) adalah satu dari beberapa sikap olah pernapasan yang wajib dilakukan untuk penderita tyroid. Apakah harus dengan cara itu, ya setidak tidaknya posisi kepala harus lebih rendah dari jantung dan posisi kaki harus lebih tinggi dari jantung.

Mengapa …..????

Dalam beberapa artikel lalu saya sudah menjelaskan tentang bagaimana kanker hidup, pola hidupnya serta makanannya. Fungsi darah bertugas sebagai alat transportasi oksigen, nutrisi, semua vitamin, mineral dan semua kimia tubuh. Apabila anda sudah menguasai olah napas Hipoxic yang bertujuan meningkatkan kadar oksigen dalam darah maka anda pasti akan mengerti maksud saya yaitu membanjiri sel kanker dengan kadar darah beroksigen yang tinggi pada daerah tubuh yang terjangkit. Oleh karena itu sikap tubuh yang memanipulasi gravitasi juga di perlukan. Dalam posisi kop stand ini gravitasi akan membuat debit dan tekanan darah lebih banyak dan lebih tinggi beredar pada bagian tubuh yang posisinya berada dibawah jantung. .

SEMBUH DALAM OLAH NAPAS KUNCINYA ADALAH OPEN MINDED, KETEGUHAN, KETEKUNAN DAN KESABARAN

Beberapa waktu menekuni dunia naturopatik ini saya sering menemukan beberapa keajaiban terjadi padai orang orang istimewa ini. Menurut saya keajaiban olah napas terjadi bukan hanya karena faktor PELATIH dan METODE nya, tetapi yang paling utama adalah faktor kemauan PELAKU / PENDERITA nya.Ini rangkuman yang saya amati bagaimana keajaiban itu bisa terjadi

  1. Open Minded Orang orang berpikiran terbuka biasanya mau mencari hal hal baru diluar apa yang diketahuinya tentang apa dan bagaimana cara untuk sembuh. Ada problem solving yang ditawarkan dari habits open minding ini. Segala kesempatan akan terbuka, dan segala kemungkinan bisa terjadi
  2. Keteguhan : Tidak mudah untuk menjadi orang yang teguh, teguh artinya kuat dalam keinginan dan terguh dalam pendirian untuk sembuh. Teguh juga berarti selalu menjaga fokusnya akan tidak terombang ambing dengan kebimbangan.
  3. Ketekunan.Tekun artinya mau melakukan kegiatan berulang dengan mengesampingkan rasa bosan. Artinya, kebosanan akan terus datang menghampiri, abaikan dan terus lakukan hingga sang penyakit pergi. Dalam perjuangan antara hidup dan mati seperti ini, hanya 2 pilihan yang anda miliki.Anda kalah dan mati atau penyakit yang terusir pergi.
  4. Kesabaran. Banyak orang datang kepada saya dengan harapan saya mengeluarkan ” tongkat ajaib” dan ” abrakadabraaaaa !” …Lalu semua penyakit musnah pergi. Maaf ini bukan ” mie instan ” yang anda bisa buka bungkusnya, masukkan ke air mendidih dan langsung bisa anda nikmati. Bukan begitu, Ini adalah permainan kesabaran yang mancampurkan antar seni pengetahuan olah napas ilmiah, ilmu biologi dasar dan kimia dasar. Ada alur logika ilmiah yang membutuhkan waktu agar proses bisa berjalan sebagaimana seharusnya.

Untuk anda yang masih belum jelas dengan artikel ini. saya sarankan membaca artikel saya tentang mas Risman 7 bulan lalu dengan mengklik link ini :https://web.facebook.com/ekoyudhotamtomo/posts/10215427782600616 

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Saturday, 1 June 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *