TESTIMONI : PENGGABUNGAN OLAH PERNAPASAN DAN DIET KETOGENIC UNTUK PENDERITA ANOMALI DIABETES.

Menyenangkan mendapat tanggapan beragam dari banyak pembaca dan kenalan baik online maupun offline tentang artikel saya mengenai penanganan penderita diabetes. Berikut ini saya memulai analisa dan pengamatan terhadap anomali beberapa kasus anggota / peserta yang menderita diabetes tetapi sulit turun walau sudah menggunakan obat medis dan juga olah pernapasan. Hampir mati akal.Berpegang pada pernyataan almarhum Dr Bernando Majalca, seorang peneliti naturopath dari Amerika yang mengatakan bahwa tubuh manusia menyembuhkan dirinya sendiri secara alami, asal kita mengetahui cara memberinya perlakuan. Untuk di Pontianak, seorang ibu, saya menyebutnya mbak Marni, mengikuti suaminya, mas Wiryo.

Tentunya bukan tanpa alasan mau berlatih keras, mbak Marni ternyata seorang penderita diabetes sejak beberapa tahun ini. Tiga bulan berlatih, dengan metode Olah Napas penyembuhan  tidak memberikan hasil yang signifikan, seminggu 4 kali dengan bimbingan pelatih, gula darah tetap saja bermain-main dalam range “ danger “, selalu diatas 200 – 300 ml/dL. Sebuah anomali diabetes yang bandel, entah karena kendali stress yang belum teratur membuat hormon kortisol meliar atau pola makan yang keliru saat dirumah. Ini wilayah yang saya tidak bisa pantau karena saya hanya bisa memberikan petunjuk petunjuk disaat latihan. Setiap cek darah di akhir latihan , tersirat wajah kecewa dan heran karena gula darah tidak turun. Anggota bingung, pelatih pun cenut-cenut hehehehe..

Saya memang beberapa kali menemui kasus-kasus yang seperti ini, anggota-anggota yang bersemangat berlatih pernapasan teratur tetapi dengan gula darah yang tetap tinggi. Tingkat keberhasilan 90 – 95 % untuk menurunkan gula tetapi selalu ada 5 -10 % yang anomali. Teringat kata-kata seorang dokter senior yang mengatakan, ilmu tentang kesehatan manusia itu bukan ilmu pasti, variabel penyebab sakit sangat banyak, demikian pula faktor penyembuhnya. Oleh karena itu banyak dokter menemukan cara yang berbeda beda dalam berupaya membantu pasiennya. Artinya kita akan menemui banyak kemungkinan masalah dan banyak kemungkinan untuk penanganannya. Masih pada motto saya; “ Sembuh, Sehat Dan Bugar Tanpa Obat “, saya hanya menyarankan menggunakan obat untuk sekali waktu dalam progres memperbaiki tubuh. Tubuh pada dasarnya sehat sempurna apabila pengaturan ragawi manusia bisa berjalan seimbang dengan cara.

  1. Kendali pernapasan yang mengatur suplai gas kedalam organ dan jaringan
  2. Kendali asupan makanan yang mengatur kebutuhan nutrisi kedalam tubuh
  3. Kendali pikiran yang mengatur “ beban psikologi “ tanpa mempengaruhi sistem kerja hormon.

METODE DIET KETOGENIK PENDAMPING OLAH NAPAS UNTUK PENYEMBUHAN DIABETES.

Kembali ke masalah mbak Marni, saya berpendapat, bahwa seorang instruktur harus memiliki perbendaharaan pengetahuan lain selain pernapasan yang berhubungan dengan kesehatan tanpa obat.Sakit degeneratif selalu dimulai dari pola makan buruk. Pola makan yang memberi kontribusi terbesar sehingga seeorang menjadi sakit. Seorang teman mengatakan sebuah ibarat dengan undangan pesta ;“ Saat kita berumur 20 sampai dengan 30 tahun, usia muda membuat kamu bersemangat untuk mencari harta dan uang. Dan kalau kamu makan sembarangan, tanpa batas, itu sama dengan sedang menyebar undangan kepada banyak penyakit untuk datang, tetapi tenang……..mereka belum akan datang cepat “ , katanya“ Saat kita berumur 30 sampai 40 tahun, para penyakit mulai berbondong-bondong dalam perjalanan untuk memenuhi undanganmu tepat waktu “ .Lanjutnya “ Nah saat umurmu diatas 40, Mereka mulai berpesta pora ditubuhmu, dan tubuhmu akan mulai layu dan uang yang kamu kumpulkan dengan susah payah semasa muda akan kamu habiskan untuk mengakhiri pesta mereka yang telah kamu mulai “.Syerem ya……

Saya teringat dengan diet yang lumayan radikal dengan merubah metabolisme yang berlawanan dari pengertian normal. Diet yang mengurangi habis asupan karbohidrat penghasil gula dalam tubuh dan “ memaksa “ tubuh berpikir keras dan bekerja keras dengan mencari “ bahan bakar “ alternatif agar metabolisme dan suplai makanan untuk jaringan sel dan yang paling penting, otak, bisa tetap tercukupi yaitu keton.Dalam kasus-kasus normal saya tidak menyarankan diet dengan klasifikasi berat ini. Saya menyarankan hanya untuk penderita gula yang bandel, obesitas dan tumor beserta “ saudara tuanya” kanker.

Ketogenic adalah metode diet yang merubah metabolisme tubuh dengan cara merubah pola makan, dari mayoritas pilihan 90 tumbuhan menjadi nyaris 90 % hewani. Tujuannya adalah agar tubuh kekurangan karbohidrat penghasil gula tetapi cukup dalam protein.Kita tahu bahwa setelah melalui pencernaan, liver akan mengurai semua makanan dan mengklasifikasikan menurut jenisnya, tetapi semua makanan hewani padat protein ini hanya sedikit mengandung karbohidrat. Dalam ilmu gizi, pada saat seseorang kekurangan karbohidrat maka liver akan “ membalik “ metabolisme dengan cara mengurai kembali lemak cadangan yang kita kumpulkan bertahun-tahun diberbagai tempat “ deposit “ seperti perut pada pria dan pinggul pada wanita, dengan membuat bahan bakar cadangan yaitu keton. Menariknya, keton sebenarnya adalah bahan bakar lapis kedua yang bisa diterima oleh tubuh selain glukosa. Keton dikenal sebagai bahan bakar “ survival / darurat “ bagi tubuh.

UJI PENGAMATAN TERBATAS TENTANG KETOGENIC BAGI PENDERITA DIABETES

Dalam beberapa kesempatan saya mencoba mengambil sampel darah dan juga kadar pH urine. Tetapi yang paling sering adalah pengujian lakmus. Berikut adalah kesimpulan terbatas ini :

  1. Tubuh menjadi lebih stress akibat perlakuan pola makan yang berubah drastis
  2. pH menjadi lebih asam dalam kisaran 5.5 – 6-5
  3. Rasa haus yang lebih sering
  4. Rasa hangat yang aneh kalau tidak bisa disebut panas pada saat tubuh mengalami ketosis ( penguraian lemak menjadi keton )
  5. Gula darah perlahan turun signifikan sampai dibawah 80 dalam waktu 10 hari
  6. Asam urat meningkat tidak biasa tetapi masih bisa tolerir tubuh hingga 9
  7. Kolesterol naik hingga 250
  8. Pada hari ke 6 -8 beberapa timbunan lemak yang secara visual mengganggu mulai mengempis
  9. Detakan jantung turun dan melembut 10 – 15 %
  10. Badan terasa lebih ringan saat bergerak
  11. Napas terasa lebih panjang
  12. Reaksi anti Glycation ( anti karamelisasi / peluruhan gula ) terjadi pada banyak jaringan

KONTRADIKSI KETOGENIC DENGAN OLAH PERNAPASAN

  1. Pembakaran gula oleh saat pernapasan hipoxia menjadi lebih minim karena kadar gula sedikit dalam darah.
  2. Kandungan asam lemak yang terurai menjadi keton menggantikan glukosa ternyata bersifat asam yang perlu upaya olah pernapasan 2 kali lebih lama dan lebih banyak agar menjadi basa.
  3. Asam yang ada dalam darah banyak disebabkan oleh asidosis metabolik ketosis penguraian lemak, bukan asidosis respiratorik
  4. Kondisi pH asam ini harus ditahan dengan mineral pH basa yaitu kalium dari buah tanpa fruktosa, kelapa, natrium dari garam, dan kalsium dari yogurt. Mineral ini penting bagi kerja otot-otot jantung
  5. Masih diperlukan pencatatan dan analisa lebih lama dengan menggabungkan kedua metode.

“ Aneh “ yang tampak saling bertolak belakang ini agar sinkron.

PERBAIKAN APA YANG TERJADI PADA MBAK MARNI …????

Tiga bulan setelah olah pernapasan dengan berbagai anomali. Kemudian plus 5 hari melakukan protokol ketogenic didapati beberapa fakta seperti foto foto berikut ini.Awal ; hanya olah napas saja 278 ml/dLAkhir; olah napas dan diet ketogenic Glukosa 144 ml/dL Asam urat 9 Kolesterol 104. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *