ANOMALI GLUKOSA DARAH YANG ANEH DALAM PERLAKUAN OLAH NAPAS BERNAMA G 6 P D ( JI SIX PI DI ).

Lebih dari 3 minggu saya tidak menulis, tentu saja karena kesibukan dan berbagai hal lainnya terutama musim hujan yang membuat waktu menjadi sangat cocok untuk berhibernasi, hehehe

TENANG BUKAN BERARTI TIDAK BELAJAR APAPUN……

Saya ingin menekankan bahwa metode olah pernapasan adalah salah satu cara penyembuhan yang paling efisien, paling murah dan paling mudah dalam meningkatkan kesehatan kita sendiri. Tetapi, menegakkan pendapat itu tentu saja tidak mudah. Dunia kesehatan manusia ternyata tidak selalu ideal dengan berbagai teori pernapasan, ini dunia non matematik dengan banyak variabel kemungkinan yang bisa terjadi , ini bukan ilmu pasti. Harus selalu ada upaya baru untuk mencari tahu.Ada beberapa kasus yang saya ingin kita bisa pelajari bersama.

Beberapa bulan ini saya sedang mengamati beberapa anomali perilaku tubuh seorang anggota kebugaran yang tidak biasa setelah di berikan perlakuan olah pernapasan. Saya tidak perlu sampaikan siapa dan nama, tetapi kasus dan hasil pengamatan ini akan sangat bagus kalau kita bisa cermati.Dalam 4 -5 bulan ini saya sering terkejut kejut dengan hasil uji darah sebelum dan sesudah olah pernapasan seorang peserta olah pernapasan kami di Komunitas Miracle of Breath Indonesia Pontianak. Biasanya setelah latihan, saya akan mendapatkan hasil gula darah anggota yang yang turun dengan tingkat keberhasilan 80 – 90 %. Tetapi dalam banyak kejadian uji gula darah, saya malah hanya mendapatkan hasil kebalikannya, artinya gula darah cenderung naik liar secara tak terduga setelah olah pernapasan.

Ohya, anggota ini memiliki diabetes tipe 2 dengan variabel gula darah puasa dan sewaktu yang menurut saya tidak terbaca polanya, tidak ditemukan kecenderungan yang membentuk pola analisa, hasilnya selalu berubah-rubah. Normalnya seseorang yang melakukan puasa, maka lazimnya gula darah akan turun. Yang terjadi ? Justru sebaliknya, gula darah semakin liar melonjak. Demikian juga saat olah pernapasan, glukosa selalu naik. Tadinya saya mengira bahwa kenaikan gula darah ini disebabkan oleh faktor pengelolaan stress yang belum tepat selama latihan yang biasanya akan memancing hormon kortisol dan adrenalin untuk bekerja sehingga menaikkan glukosa darah. Ini biasanya terjadi pada anggota anggota yang masih melalui tahap pengenalan dalam olah pernapasan.

Tetapi sekali lagi, itu tidak terjadi. Kecenderungan turunnya gula darah setelah mampu beradaptasi dengan stress olah pernapasan , benar-benar tidak terjadi disini. Gula darah selalu naik melebihi perkiraan bahkan, kenaikan terkadang mencapai 10 – 30 % dari hasil cek gula darah sebelum latihan. Dan ini berlalu selama berbulan-bulan latihan. Alhasil obat medis anti diabetes harus selalu menemani Bingung ? Tentu saja…..Apa yang sebenarnya terjadi?

BERTEMU KASUS GLUCOSE-6-PHOSPHATE DEHYDROGENASE DEFICIENCY APA ITU….????

Setelah berbulan bulan mencari tahu, saya mendengar tentang sebuah kelainan genetis yang bernama Glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency yang disingkat dengan G6PD ( baca : ji six pi di / G6PD ) Penyakit apakah itu..?? ini penjelasan umumnya. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/glucose-6-phosphate-dehydrogenase-deficiency

Defisiensi glukose-6-fosfat dehidrogenase adalah kelainan genetik yang terjadi hampir secara eksklusif pada laki-laki. Kondisi ini terutama mempengaruhi sel darah merah, yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan di seluruh tubuh yang menyebabkan sel-sel darah merah mati secara prematur. Penghancuran sel darah merah ini disebut hemolisis.Masalah medis yang paling umum terkait dengan kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase adalah anemia hemolitik, yang terjadi ketika sel-sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada tubuh dapat menggantikannya. Jenis anemia ini menyebabkan kepucatan, kulit menjadi kuning dan putih mata (jaundice), urin gelap, kelelahan, napas pendek, dan denyut jantung yang cepat. Pada orang dengan kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase, anemia hemolitik paling sering dipicu oleh infeksi bakteri atau virus atau oleh obat-obatan tertentu (seperti beberapa antibiotik dan obat yang digunakan untuk mengobati malaria). Banyak orang dengan gangguan ini, bagaimanapun, tidak pernah mengalami tanda atau gejala dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. Waaaah !!Artinya dalam latihan olah pernapasan, untuk menurunkan gula darahnya saya harus mengembangkan berbagai metode campuran antara olah pernapasan yang prakteknya harus dilakukan secara berhati hati mengingat masalah yang timbul dari kelainan genetis ini dan dan berbagai macam diet karbo dan keton ( ingat, dalam kasus anomali ini, puasa justru menaikkan kadar glukosa darah ). Apa boleh buat, dalam kasus ini memang improvisasi pemeliharaan kesehatan secara natural harus dilakukan lintas pemahaman.

POLA YANG MULAI TERLIHAT

Beberapa yang saya amati dan catat adalah :

  1. Pasien diabetes tipe 2 dengan rata rata gula darah sewaktu dengan range 200- 300 mm/dl
  2. Gula darah akan naik bila melakukan puasa dalam keadaan sudah minum obat anti diabetes
  3. Gula darah akan naik bila melalukan olah pernapasan dalam kedaan sudah minum obat ( contoh satu kejadian sebelum olah napas 128 menjadi 178 sesudah olah pernapasan )
  4. Dalam olah pernapasan gula darah bergerak membentuk pola naik (increase) terlebih dahulu baru turun (decrease) setelah 30 menit terhadap gula darah sebelum latihan, tetapi hasil akhirnya tidak pernah lebih rendah minimal sama.
  5. Diet karbo dan keton ternyata membantu tujuan olah pernapasan dengan sangat signifikan dalam penurunan gula, sehingga pola mulai terbentuk dengan progres pengurangan kadar gula yang perlahan secara lambat dalam kurun waktu 4 bulan berturut turut.
  6. Pola penurunan glukosa bisa terlihat dengan berkurangnya penggunaan obat diabetes, dari sehari 3 kali menjadi 1 kali sehari dengan gula darah sewaktu tercatat antara 120 – 190 mm/dl.

Apakah seorang pelatih hanya akan berkutat dengan segala pemahaman kesehatan dengan domain pernapasan saja untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan? Belajar pada kasus ini, sepertinya harus ada pencarian cara lain lintas domain naturopatik sehingga di temukan penyembuhan secara holistik tubuh manusia seperti pola makan tepat, asupan gizi, diet, gerak otot, pengendalian pikiran dan juga perlakuan alami lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *