VIDIO TESTIMONI: SEMBUH DARI NYERI BULANAN YANG HEBAT

Satu bulan lalu saya di panggil oleh ketua komunitas Miracle of Breath Indonesia Pontianak, Dr.Ing Ir. Eka Priadi MT untuk diajak berdiskusi tentang masalah kesehatan reproduksi wanita. Oh ya, saya biasa memanggilnya mas Eka.Kali ini saya agak terheran-heran dengan topik pembicaraan ini, karena biasanya kami biasa bicara tentang hal-hal umum tentang gerak langkah organisasi kesehatan sosial ini. Tiba-tiba kok bicara tentang masalah kesehatan reproduksi …???? . Rupanya ini menyangkut dengan salah seorang mahasiswi bimbingan beliau yang mendapat kesulitan menjelang ujian skripsinya karena masalah sakit rutin yang sepertinya sulit untuk dipahami. Rasa sakit yang tidak tertahankan saat haid membuat mahasiswi ini terpaksa harus selalu masuk UGD terlebih dahulu setiap 2 bulan sekali selama 3 tahun terakhir ini.

Sakit saat haid itu biasa, tetapi sampai rutin masuk RS itu luar biasa. Saya sanggupi, dan tidak sampai satu minggu, saat latihan hari Sabtu diawal Agustus 2019 seorang gadis muda menemui saya sebelum latihan olah napas dimulai. Sesuatu yang jarang terjadi, karena biasanya saya dalam latihan olah napas ini selalu dikelilingi oleh orang-orang dewasa berusia diatas 40 hingga yang tertua 78 tahun.

Namanya Tya Andria, mahasiswi semester akhir angkatan 2015 Fakultas Teknik Sipil Universitas Tanjung Pura, berusia 22 tahun, cantik, dan berasal dari kabupaten Sambas, 227 km dari Pontianak. Kalau ujian skripsi ini dilewati dengan baik, maka Tya ini akan menjadi mahasiswi yang lulus tercepat dari angkatannya.Setelah penuturannya, saya mulai memahami Tya mengalami yang disebut Dismenore atau nyeri haid. Dismenore ini agak berbeda dari sewajarnya karena teramat sangat menyiksa sehingga kadang menimbulkan mati rasa pada salah satu kaki dan tangan, dan dikuti dengan muntah-muntah. Beberapa kali kejadian dismenore disertai pingsan tiba-tiba saat beraktifitas .Dan ini sangat mengganggu kegiatan studinya.

APA ITU DISMENOREA ?

Nyeri haid (dismenore) adalah kondisi normal dimana dialami semua wanita tiap bulannya. Kondisi ini terjadi ketika rahim mengalami kontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Lapisan tebal ini sebelumnya dipersiapkan sebagai tempat sel telur yang telah dibuahi.Namun karena pembuahan tidak terjadi, tubuh menurunkan kadar hormon progesteronnya. Hal ini membuat lapisan rahim meluruh dan keluar dalam bentuk darah yang disebut dengan menstruasi. Kontraksi rahim yang terlalu kuat selama proses peluruhan ini dapat menekan pembuluh darah di dekatnya. Akibatnya, suplai oksigen ke rahim menjadi lebih sedikit. Rendahnya asupan oksigen yang masuk ke rahim inilah yang membuat kram dan rasa sakit muncul. Bersamaan kontraksi rahim yang berkontraksi dan meluruh, tubuh juga melepaskan hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin adalah yang memicu rasa sakit dan peradangan. Kadarnya cenderung meningkat tepat sebelum menstruasi keluar. Ketika kadar prostaglandin tinggi, kram dan nyeri perut akan terasa makin kuat dan sering.

Pada kebanyakan kasus, dismenorea muncul sesaat sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini dapat muncul selama beberapa jam saja, tapi ada juga yang bertahan hingga 24 jam. Intensitas dismenorea akan mulai berkurang setelah 3 hari semenjak rasa nyeri pertama kali muncul.

DISMENOREA PRIMER DAN SEKUNDER

Dilihat dari penyebabnya, dismenorea dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu :

DISMENOREA PRIMER yang tidak disebabkan oleh kelainan ginekologis, melainkan karena kontraksi rahim saat mengeluarkan darah. Selain itu, ketidak seimbangan produksi hormon estrogen dan progesteron serta penggunaan alat kontrasepsi IUD terbukti turut meningkatkan intensitas dismenorea primer. Artinya penyebab nyeri haid memang karena proses normal tubuh, bukan karena penyakit.

Tetapi hati-hati jika rasa nyeri yang dirasakan tergolong DISMENOREA SEKUNDER. Kenapa? Karena jenis ini umumnya diakibatkan oleh kelainan ginekologis, seperti:

  1. Endometriosis
  2. Myoma uteri
  3. Adenomyosis
  4. Kista ovarium
  5. Pelvic inflammatory disease(PID)
  6. Cervical stenosis

LALU APA DIAGNOSA PELATIH ?

Diagnose terhadap kasus Tya ? Hehehehe saya tidak berhak membuat diagnosa , saya hanya melihat gejala yang ada lalu memberi latihan. Diagnosa adalah tugas dokter yang memang lebih ahli secara medis. Berdasarkan pendapat para dokter saya mengikuti alur penyembuhan dengan cara pernapasan. Saya masih tetap berpendapat, tubuh manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri kalau kita mengetahui prinsip kerja metabolisme tubuh dan mematuhi syarat-syaratnya. Oksigen memang hebat, gas ini apabila digunakan dengan perlakuan tepat dalam pernapasan, maka bisa memberikan beberapa keajaiban kecil untuk manusia.Ingin lebih jelas ? Anda bisa melihat pada testimoni Tya Andria pada video pendek dibawah ini

Posted by Eko Yudho Tamtomo on Sunday, 1 September 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *