DENGAN OLAH NAPAS, PASUTRI LANSIA SEMBUH DALAM 3 BULAN DARI NYERI AKIBAT OPERASI ARTHROPLASTY DAN VIRUS HEPATITIS B

Selalu ada kabar baru dan “ keajaiban baru “ kalau anda mau konsisten menjalani sesuatu yang terlihat mustahil.Pada kesempatan kali ini, saya ingin tampilkan pasangan lansia yang saya anggap luar biasa karena sangat “ teachable “ dan melakukan mirip dengan apa yang selalu saya sampaikan dalam semua kesempatan latihan. Apa itu ?

“ Apabila anda ingin sembuh dari sakit anda, libatkan pasangan anda sebagai penjaganya “ .

Dan mereka lakukan hal itu sampai hari ini. Tuhan memberikan kesembuhan tak hingga.

Pasangan ini adalah mas FX Soenarto ( 74 th ) dan mbakyu Suharti ( 69 th ). Keduanya hadir dalam seminar saya 13 juli 2019 lalu di hotel Orchadz Perdana dan mendaftar untuk ikut workshop di Fakultas Teknik Untan . Secara etis saya memang tidak pernah menanyakan apa sakit mereka sejak awal, karena saya berusaha membuat mereka tetap nyaman dengan situasi latihan yang mungkin penuh beban psikologis karena dilakukan secara bersama-sama orang yang mungkin tidak mereka kenal. Dalam kondisi ini memang pelatih punya peran sentral agar suasana psikologis itu terurai dengan perlahan dan kondisi nyaman tercapai.Ya, saya memiliki banyak peserta latihan yang membawa karakter berbeda-beda, ada yang terbuka sekali tentang penyakitnya, tetapi ada juga yang tertutup dan menuntut perlakuan yang sangat privasi. Tidak masalah tentunya.Bulan Oktober ini adalah 3 bulan lebih beberapa hari, tiba-tiba beberapa kesaksian masuk ke WA saya. Salah satunya adalah dari pasangan diatas.

SEMBUH DARI NYERI 3 TAHUN BEKAS OPERASI ARTHROPLASTY

Yang pertama adalah kesaksian mbak Suharti yang tiba tiba berbicara tentang rasa nyeri dilututnya yang tiba tiba hilang. Saya tidak mengerti karena mbak Suharti belum bersedia bercerita tentang apa sakitnya saat awal. Beliau tidak menjelaskan dengan jelas tetapi saya kemudian memahami bahwa beliau 3 tahun lalu menjalani operasi arthroplasty pada lututnya. Artinya mbak Suharti ini sebelumnya mengalami osteoarthritis atau keausan tulang sendi pada lutut. Beliau tidak bisa berjongkok dengan nyaman dan juga tidak bisa bangun dari posisi jongkoknya dengan normal atau nyeri hebat yang di dapat. Semuanya harus menggunakan alat bantu. Nah, sedangkan arthroplasty adalah tindakan bedah mengganti permukaan tulang rawan sendi yang rusak dengan permukaan sendi lutut buatan (prothese). Permukaan sendi buatan itu terbuat dari bahan yang tidak akan terserap tubuh dan tidak ditolak tubuh. Sendi buatan, antara lain terbuat dari logam untuk dipasangkan pada tulang serta bahan sejenis plastik untuk bantalan tulang. Penggantian diawali dengan pengukuran sendi secara akurat sehingga didapatkan hasil yang optimal dan diharapkan sendi dapat bergerak normal.Masalahnya, seperti yang saya baca pada sebuah literatur umum tentang arthroplasty, sejumlah gerakan berat, seperti berjongkok dan dilajutkan dengan berdiri umumnya sulit dilakukan kembali karena pasien sudah mengalami osteoarthritis stadium lanjut.

Inilah yang menarik, 3 bulan berlatih pernapasan, mbak Suharti mengalami yang disebut adaptasi sel dan regenerasi sel pada lututnya. Anda bisa melihat bagaimana pada foto dibawah ini, beliau bisa berjongkok dan berdiri dengan mudah. Ohya…..semua ini tidak melalui fisioteraphy ( latihan gerak ) lho.

“ Saya bahkan tidak menyadari kapan saya sembuh, tahu-tahu saya bisa berdiri dan jongkok begitu saja “ ,

Kata beliau

SEMBUH DARI HEPATITIS B SETELAH 15 TAHUN

Lain istri tentu lain juga kisah sang suami, WA saya tiba tiba dipenuhi dengan hasil laboratorium dari mas FX Soenarto. Intinya adalah menyampaikan betapa gembiranya beliau setelah mendapat kondisi SGPT dan SGOT yang normal yang sebelumnya melonjak tinggi karena Hepatitis B. Disela kegembiraannya, mas Narto yang mantan pejabat pada sebuah instansi Pertanian ini menceritakan bahwa, sejak seminar lalu, beliau sangat yakin dengan olah pernapasan karena penjelasannya sangat ilmiah, runtut dan masuk akal. Terutama adalah bagaimana paru-paru ternyata mampu merubah pH darah yang selanjutnya memporak-porandakan pertahanan virus.

Apa pesan mas Soenarto tentang berlatih bersama pasangan ?

“ Ajak pasangan berlatih. Karena pasangan akan jadi alarm anda dalam semua kesempatan “ , Hehehehe

saya pikir itu sangat benar.Ohya lanjut ya. Saya akan jelaskan dulu tentang SGPT dan SGOT agar anda bisa mencerna kedua istilah ini. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) adalah enzim yang biasanya ditemukan pada hati (liver), jantung, otot, ginjal, hingga otak. Sedangkan, SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) adalah enzim yang paling banyak terdapat di dalam hati, meski begitu dalam beberapa organ lain ada, tapi dalam jumlah yang sedikit. Kedua enzim ini memiliki tugas yang sama, yaitu membantu mencerna protein dalam tubuh.Pada orang yang sehat, kedua enzim ini biasanya akan terlihat normal. Batas normal yang seharusnya dimiliki yaitu: SGOT: 5-40 µ/L (mikro per liter)SGPT: 7-56 µ/L (mikro per liter)Nah, ketika organ, seperti hati, mengalami kerusakan, maka kedua enzim ini akan keluar dari sel dan kemudian masuk ke dalam pembuluh darah. Hal ini yang membuat hasil SGOT dan SGPT meningkat di dalam tubuh. Namun, bila dalam tes darah diketahui keduanya memang meningkat dan tidak normal, maka kemungkinan besar Anda mengalami gangguan fungsi hati.

Lalu apa yang diperlihatkan oleh mas Soenarto ? Hasil chromatografi dari uji sampel darahnya yang menunjukkan bahwa seluruh indikator kerja hatinya bekerja sangat normal. Apa pendapat saya ? Tentu ini kabar yang sangat menggembirakan, tetapi ini memang harus tetap diuji melalui waktu dan alat laboratorium yang lebih detail dan presisi dengan menggunakan sistem Elisa dimana jumlah virus bisa dihitung dengan pasti.

Untuk kasus penyembuhan Hepatitis B pada mbak Lily 2 tahun lalu, mbak lily memang menggunakan alat uji laboratorium yang menggunakan sistem Elisa ini, sehingga saya dan beberapa rekan dokter bisa saling mengkonfrontir mengenai status kesehatan mbak Lily.Apapun itu saya ikut senang dan bahagia atas kesembuhan anda berdua mas FX Soenarto dan Mbakyu Suharti, semoga selalu sehat dan bahagia.Selalu berlatih dan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *