BENARKAH DIET KETOFASTOSIS MEMBERATKAN GINJAL ?

Secara umum cara olah pernapasan memang sejalur dengan cara ketofastosis ini. Sama sama naturopatic, sama sama berupaya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh dengan cara yang tubuh mengerti tanpa asupan obat dan kimia sama sekali.

Mari kita simak penjelasan pendiri KetoFastosis Indonesia Tyo Prasetyo, tentang pernyataan bahwa diet ini mengacaukan kerja ginjal. Tulisan ini saya sadur kembali untuk lebih disederhanakan bahasanya. Logika yang terlihat, kalau tidak makan karbo, otomatis menyisakan makronutrisi protein dan lemak saja. Dengan logika seperti itu dunia modern menganggap tinggi protein akan menyebabkan ginjal bekerja lebih berat dalam melakukan metabolisme nitrogen dari amino acid yg dikonsumsi. Betulkah? Kayanya sih BETUL. Namun…..ada namunnya…Hal itu HANYA terjadi jika masih menggunakan metabolisme glukosa. Makan karbo dengan protein dengan jumlah yang sama tinggi. Manusia yang masih makan karbo atau glukosa sebagai bahan bakar utamanya menjadikan glukosa menjadi jalur utama untuk metabolisme ditubuh.

Misalnya diet konvensional dgn komposisi 50% – 60% karbo dan 40-50% protein di makanannya.Karbohidrat 100% dirubah menjadi glukosa dalam tubuh. Protein itu jika berlebihan dari makanan tidak bisa disimpan ditubuh, dan Kelebihannya selalu di RUBAH menjadi glukosa, dan melepas banyak ammonia (NH3/NH4) setelah dirubah menjadi rantai Keto Acid untuk menjadi bahan bakar pembentukan gula buatan dalam liver (gluconeogenesis)Protein 56% dirubah menjadi glukosa dalam tubuh. Jadi, ada glukosa dari : karbohidrat (100%) dan protein yg berlebihan yang juga dirubah menjadi glukosa (56%). Kelebihan glukosa! Jelas dong tubuh sudah tidak memerlukan kelebihan glukosa, sudah dapat banyak kok dari karbo, eh ditambahin dari protein. Karena ada dua sumber glukosa seperti ini, jelas kerja ginjal menjadi berat. Terjadi turn over amino acid yg meningkat dibarengi dgn peningkatan glukosa yg sudah masuk sebelumnya dari karbo dimakanan. Itu yang memberatkan ginjal dan menjadi rusak. Masalah hanya akan terjadi pada pemakan karbo dan protein berlebihan.

Bagaimana dengan manusia yang sudah ketosis dan tidak makan karbo dalam jumlah tinggi..???

Saat Tubuh tidak lagi menerima karbo dari makanan, maka tubuh akan berusaha menurunkan penggunaan Glukosa, dan mengalihkan sumber utama energi ditubuh menggunakan Lemak (FFA & Ketone). Dan otot sebagai simpanan protein, tidak di kikis dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan glukosa akibat tidak makan karbo. Jadi ini sebabnya kondisi Ketosis merupakan kondisi metabolisme yg sangat “sparing” (melindungi) terhadap Otot, karena turunnya kebutuhan Glukosa. Puasa dalam kondisi ketosis tidak berbahaya, karena tubuh tidak memaksa harus menggunakan Glukosa lagi dan sudah beralih menggunakan Ketone untuk kebutuhan otak dan Free Fatty Acid/FFA untuk seluruh organ tubuh. Glukosa dari pembentukan gula buatan di liver (Gluconeogenesis)menggunakan bahan baku protein (hanya sel2 yg tdk memiliki Mitochondria). Dan lemak tubuhpun bisa digunakan tubuh untuk dirubah menjadi Free Fatty Acid/FFA dan Ketone untuk kemudian dialokasikan sebagai sumber metabolisme tubuh dalam kondisi ketosis.

Jadi jika takut protein akan menyebabkan masalah ginjal saat ketosis, dan malah tidak makan protein sama sekali saat sudah tidak makan karbo maka tubuh tidak akan peduli dari mana datangnya glukosa, dan akan gerus cadangan protein di otot untuk penuhi organ dalam yg membutuhkan glukosa untuk aktif seperti sel darah merah, syaraf tepi, dll walau hanya 20% saja butuhnya, tetap mereka akan minta glukosa dan jika tidak terpenuhi maka tubuh akan menggerus otot sebagai cadangan penyimpan glukosa.Jadi “Exogenous Amino Acid” (Protein dr makanan) justru penting untuk mencegah agar sumber Glukosa dari Gluconeogenesis di Liver tidak selalu berasal dari Otot (Protein). Hal ini yg menyebabkan toleransi protein menjadi jauh lebih tinggi saat sudah tidak makan karbo. Kondisi ketosis itu butuh protein sebagai sumber glukosa dari luar. Dan biasanya akan sangat sulit untuk makan banyak protein/lemak, saat sudah tidak ada karbo. Karena rasa kenyang cepat terasa jika tidak dibarengi karbo. Dalam ketofastosis jendela makan dibatasi dalam intermittent fasting. Puasa makanan ini yang menjadi pembatasan kalori secara alamiah tanpa perlu hitung lagi rasio lemak : protein dan jumlah kalori dimakanan.

Tanpa karbo, protein dan lemak itu penting. Dengan karbo, protein dan lemak tidak boleh banyak-banyak. Karena karbo sendiri menghasilkan glukosa 100%. Serta menghasilkan protein dan lemak dari metabolismenya. Karbo bisa menjadi lemak dan protein untuk tubuh? Lihat gambar dibawah utk metabolisme glukosa, yg bisa hasilkan protein dan lemak (fatty acid)Jadi jelas ya kondisi mana sebetulnya yang memberatkan kerja ginjal?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *