PH TINGGI OLAH PERNAPASAN DAN SUHU TEPAT DALAM DARAH MAMPU MENGALAHKAN COVID 19 / SARS-CoV-2 DENGAN MERUSAK SELUBUNGNYA

Dalam waktu 5 bulan, virus ini sudah mampu menyebar ke lebih 200 negara dan menyebabkan >100.000 kematian. Sebenarnya, dibandingkan diabetes melitus / penyakit gaya hidup manusia pada tahun 2014 dkatakan dapat membunuh 1 manusia setiap 7 detik, artinya tingkat keparahan penyakit ini relatif rendah namun sangat cepat menyebar dan mudah ditularkan. Sampai dengan saat ini, kita belum mengetahui pengobatan apa yang paling tepat, dan vaksin untuk Covid-19 juga belum ditemukan Dalam mengatasi Covid 19 ini himbauan menjaga jarak fisik diberlakukan hasilnya masih belum menentu,

ODP ( Orang Dalam Pemantauan ) makin banyak dan PDP ( Pasien Dalam Pengawasan) 1000% lebih banyak. Jangan lupa akan makin banyak orang yang menjadi Suspect dan Positif terkena penyakit ini. Apa yang perguruan Merpati Putih ingin dan bisa darma baktikan disini ?AbstrakCuci tangan dengan sabun atau deterjen dianggap cara yang paling efektif membunuh virus. Cairan atau materi basa ini selama berabad-abad dianggap punya kemampuan menghancurkan virus dengan cara yang paling mendasar di permukaan kulit manusia. Merusak protein selubung virus yang biasanya ber pH asam, memusnahkan dan melarutkan dengan pH basa dengan cara yang mudah. Ini prinsip dasar melawan asam dengan basa, sehingga netral, semudah mandiLalu bagaimana kalau virus hidup bereplikasi didalam hidup manusia ? Virus bereplikasi dengan mengikut prinsip-prinsip dasar yaitu adanya air, media tumbuh , suhu dan lingkungan pH yang tepat. Diluar itu prinsip maka virus akan sulit mengalami fusi ( berkembang / menular ) Dua hal yang memungkinkan fusi virus berupa ketersediaan media dan keberadaan air sepertinya sudah tidak bisa kita rubah. Tetapi apakah merubah 2 syarat lainnya ( pH dan suhu ) dengan prinsip dasar ini, kita bisa mengganggu prinsip fusi ini ?Bicara suhu tubuh kita tidak terlalu sulit merubahnya.

Pengaruh suhu luar tubuh yang dibuat dengan sengaja untuk mempengaruhi tubuh kita bisa dilakukan Suhu tubuh dalam rentang tertentu yang bisa ditoleransi akan juga berubah. Lalu bagaimana, memungkinkan menjadikan darah menjadi lebih basa atau sangat basa tetapi masih dalam rentang yang masih bisa ditoleransi sel manusia sehingga membentuk lingkungan yang tidak mendukung perkenbangan virus.Sabun dan deterjen efektif jika digunakan dengan benar; produk sabun menurunkan lapisan pelindung lemak virus, menonaktifkannya, serta membebaskannya dari kulit dan permukaan lainnya.Tetapi, memasukkan sabun, deterjen atau antiseptic kedalam tubuh adalah sesuatu yang tidak lazim.

Memasukkan benda apapun yang sifatnya basa kedalam tubuh kita dengan maksud mempengaruhi sistem metabolisme dan membuat darah kita menjadi basa bukanlah perkara mudah. Ini bukan sesuatu yang biasa dibahas dalam jurnal-jurnal kesehatanSecara keseluruhan science lebih banyak berbicara ilmu kesehatan dengan penelitian tentang pH asam dan pengobatan dengan orientasi pada pada keasaman darah dan akibatnya. Penelitian lebih dalam yang berorientasi pada pH basa masih dibutuhkan .Tentang Protein dan Rentang pH ProteinProtein adalah suatu ikatan dengan banyak peptida. Peptida adalah dua atau lebih asam amino yang bergabung bersama oleh ikatan peptida, dan polipeptida adalah rantai dari banyak asam amino. Sebuah protein mengandung satu atau lebih polipeptida. Oleh karena itu, protein adalah rantai panjang asam amino yang disatukan oleh ikatan peptida.Molekul yang membentuk protein disebut polipeptida. Ini adalah peptida yang terdiri dari setidaknya sepuluh asam amino ( kelas molekul tipe organik ). yang mempunyai bobot molekul yang sangat bervariasi daan mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada yang mudah larut dalam air, ada yang sukar larut. Rambut dan kuku adalah contoh protein tidak larut sedangkan putih telur mudah larut air dan mudah bereaksi.Protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Pada jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesar setelah air.

Diperkirakan separuh atau 50% dari berat kering sel dalam jaringan seperti misalnya hati dan daging terdiri dari protein. Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Molekul protein juga mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.Sebagai zat pembangun, protein merupakan bahan pembentuk jaringan baru tubuh. Protein juga mengganti jaringan tubuh yang rusak dan yang perlu dirombak. Jadi fungsi utama protein bagi tubuh ialah untuk membentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada.Protein ikut pula mengatur berbagai proses tubuh, baik langsung maupun tidak langsung dengan membentuk zat pengatur proses dalam tubuh.

Protein mengatur keseimbangan cairan dalam jaringan dan pembuluh darah, yaitu dengan menimbulkan tekanan osmotik koloid yang dapat menarik cairan dari jaringan ke dalam pembuluh darah. Sifat amfoter protein yang dapat bereaksi dengan asam dan basa, dapat mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh.Protein dapat menjadi bahan bakar apabila keperluan energi tubuh tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Tetapi pemahaman pembentuk rangkaian dasar protein adalah tetap terbentuk asam amino yang berdasarkan sifat kimia dibagi 4 kelompok yaitu pH asam lemah, pH basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar ( Hidrofilik menurut etimologinya terdiri atas dua kata yaitu hidro (air) dan filik (suka) sehingga dapat diartikan bahwa hidrofilik merupakan suatu senyawa yang dapat berikatan dengan air. Senyawa ini dapat berikatan dengan air diakibatkan karena bentuknya yang polar.

Senyawa yang bersifat hidrofilik biasanya tidak dapat berikatan dengan molekul lemak, minyak, atau molekul-molekul nonpolar lainnya. Sedangkan hidrofobik sebaliknya, dan dapat berikatan molekul lemak, minyak, atau molekul-molekul nonpolar)Kesimpulan :Protein bekerja secara hidrofilik ( larut air ) dalam kisaran pH asam lemah dan basa lemah. Protein Selubung / amplop Virus dan Rentang pH Protein Virus Sebuah protein virus merupakan sebuah komponen dan produk dari virus. Virus tidak hidup dan mereka tidak memiliki sarana untuk bereproduksi sendiri. Mereka bergantung pada metabolisme sel tumpangannya untuk mendapatkan energi, enzim, dan prekursor, untuk bereproduksi.

Dengan demikian, virus tidak mengkode banyak protein virus mereka sendiri, dan sebagai gantinya menggunakan sel tumpangan untuk menghasilkan protein virus yang dibutuhkan untuk replikasiBahan genetik virus disimpan dalam struktur protein virus yang disebut kapsid. Kapsid adalah “pelindung” yang melindungi asam nukleat virus agar tidak terdegradasi oleh enzim inang atau jenis pestisida atau wabah lainnyaKapsid dari beberapa virus yang tertutup dalam membran disebut amplop virus. Dalam kebanyakan kasus, amplop virus diperoleh oleh kapsid dari membran plasma sel inang ketika virus meninggalkan sel inangnya melalui proses yang disebut tunas. Amplop virus terdiri dari bilayer lipid yang tertanam dengan protein virus, termasuk glikoprotein virus. Glikoprotein virus ini berikatan dengan reseptor spesifik dan koreseptor pada membran sel inang, dan mereka memungkinkan virus untuk menempel pada sel inang target mereka.Penggabungan selubung virus dengan membran sel membutuhkan energi tinggi untuk terjadi. Protein fusi membran virus bertindak sebagai katalis untuk mengatasi penghalang energi tinggi ini.

Setelah pengikatan glikoprotein virus dengan reseptor seluler, protein fusi membran virus mengalami perubahan konformasi struktur. Proses ini akan berlanjut ke replikasi dan dihasilan virus replikaKesimpulan :1. Dari semua referensi bacaan, jurnal kesehatan dan pengamatan penulis, seluruh virus patogen wabah bekerja pada pH asam lemah.2. Virus membutuhkan glikoprotein sebagai sumber energi untuk menjadi menular. Glicoprotein adalah nama lain dari glucosilation / glication atau ikatan kovalen antara protein dan glukosa dalam darah. Glukosa didapat dari karbohidrat.3. Dapat dimengerti dengan hasil kongruen rata-rata korban meninggal virus ini adalah sebagian besar penderita diabetes / penyakit gula yang secara medis sebagian besar ditemukan karena glukosa yang berlebih dalam darah.4. Usia tua juga membuat imun tubuh tidak berfungsi baik karena sistem metabolisme yang perlahan menurun.

Dari hasil pengamatan rata-rata korban meninggal berusia diatas 60 tahun dan memiliki komorbid ( riwayat penyakit terdahulu yang datang menyertai / komplikasi )5. Stress karena kelelahan / tekanan, mengakibatkan hormon kortisol muncul dan memancing liver melakukan glukoneogenesis ( memproduksi gula darah dan insulin akan muncul untuk menyeimbangkannya ) membuat korban memiliki kemungkinan memiliki glukoprotein berlebih yang membuat virus punya bahan bakar untuk melakukan fusi dan replikasiBeberapa Virus Dengan Selubung Spike Mirip Sama Dengan Virus Corona ( Covid – 19 / SARS-Cov-2) Dan PenanganannyaAda perbedaan pendapat ilmiah tentang apakah virus digolongkan sebagai makhluk hidup atau sekadar struktur organik yang berinteraksi dengan makhluk hidup.

Walaupun demikian, mereka lebih sering dianggap sebagai replikator (zat yang melakukan replikasi DNA) dan tidak termasuk bentuk kehidupanBeberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.Virus pada hewan biasanya memiliki selubung virus, yaitu membran yang menyelubungi kapsid dan jenis ini yang juga menginfeksi manusia. Ini termasuk virus zoonosis ( Virus yang berpindah dari hewan ke manusia )Penulis mendapatkan beberapa pengalaman tentang virus dari menangani beberapa anggota komunitas yang memiliki penyakit hepatitis B yang juga diakibatkan oleh virus yang secara visual mirip, yaitu virus Hepatitis B. Penderita akhirnya sembuh secara meyakinkan dengan dilengkapi dengan hasil laboratorium.Inti dari pemikiran penulis pertama-tama adalah merusak selubung virus hepatitis B yang diharapkan selanjutnya mampu mendenaturasi seluruh struktur virus dan melumpuhkannya. Selubung dari inti dari virus hepatitis B adalah protein kekebalan yang kuat, memberikan respons kekebalan yang kuat terhadap unsur asing yang dimasukkan di wilayah imunodominan, yang terletak di ujung paku di bagian luar selubung ( Ini mirip funginya dengan ujung paku / spike pada virus corona sehingga membentuk mahkota dan membentuk namanya saat ini )

Berikut ini adalah paparan sederhana tentang virus yang dalam pengalaman penulis sebenarnya dapat diatasi dengan beberapa perilaku mendasar. Kebutuhan dasar mahluk untuk bisa hidup dan berkembang biak, termasuk bereplikasi, ada pada beberapa syarat, diantaranya adalah air, media tumbuh untuk mendapatkan asam amino , suhu dan lingkungan pH yang tepat. Penulis berhipotesa; apabila virus jenis diletakkan pada media dan larutan air yang terlalu asam atau terlalu basa membuat virus tidak mampu untuk melakukan fusi, replikasi DNA atau replikasi RNA karena virus akan mengalami kerusakan selubung protein pembentuknya yang berupa polipeptida ( gugusan asam amino ) secara total.

Proses ini yang disebut denaturasi ( perusakan stuktur protein )Manusia secara alami ber pH 7,35 – 7,45. Artinya tubuh dan sistem metabolisme manusia termasuk sistem imunnya akan berjalan sangat normal dan wajar apabila cairan tubuhnya secara umum bekerja pada kisaran itu.Tetapi dalam pengamatan, karena perubahan hormon, respirasi sel yang keliru, sistem metabolisme yang menurun disebabkan gaya hidup dan pola makan yang berubah. Ditemukan 80 % manusia modern diatas usia 20 tahun ber pH < 6.0Ini berarti manusia masuk dalam rentang alami pH kehidupan virus penyakit dan wabah, yang berfusi diantara pH 5,1 – 5,9.Penulis berhipotesa bahwa keberhasilan penulis melemahkan virus hepatitis B penderita dalam latihan olah napas adalah hasil reaksi perubahan kimia tubuh, terutama pH darah yang menjadi lebih basa secara signifikan dalam waktu yang relatif cepat. Peningkatan tingkat pH cairan tubuh menjadi basa, mendenaturasi ( melemahkan / meghancurkan ) semua organime patogen berbahaya yang hidup dalam asam lemah, dan basa lemah Paru-paru Sebagai Penghasil pH BasaDunia kedokteran mengenal 2 organ tubuh manusia yang nenjaga asam basa tubuh manusia secara seimbang. Dua organ itu adalah paru-paru dan ginjal, tetapi dalam tulisan ini penulis hanya membahas tentang organ paru-paru, karena ini satu-satunya organ dalam tubuh manusia yang dapat dikendalikan secara sadar.Bernapas merupakan salah satu ciri dan aktivitas makhluk hidup.

Pernapasan adalah proses pengambilan oksigen untuk oksidasi biologi, pengeluaran uap air, karbondoksida , dan pembentukan energi yang terjadi didalam sel. Istilah pernapasan ini sering disebut sebagai respirasi. Proses pengambilan udara masuk kedalam paru-paru (menarik napas) disebut inspirasi. Pengeluaran udara dari paru-paru (menghembuskan napas) disebut ekspirasi. Paru-paru mempunyai kelebihan yang dapat merubah kimia darah dengan cepat menjadi basa, yaitu dengan metode nafas dalam yang teratur, terpola, terukur dan berjadwal ketat Di dalam paru-paru terdapat gelembung-gelembung berisi udara yang jumlahnya +/- 300 juta buah yang dikenal dengan sebutan alveolus atau dalam bentuk jamaknya dikenal dengan nama alveoli.

Gelembung-gelembung tersebut memiliki dinding yang tipis yang mengandung kapiler darah, dan setiap gelembung diselimuti oleh pembuluh kapiler darah. Melalui dinding alveolus inilah terjadi pertukaran gas oksigen yang berasal dari udara ke sel-sel darah di dalam tubuh, dan pertukaran karbondioksida dari sel-sel darah dalam tubuh ke udara bebas. Konsentrasi karbon dioksida sangat terkontrol oleh peraturan pernafasan diparu-paru. Dalam keadaan normal, penurunan di pH darah akan dideteksi oleh “chemoreceptor” diparu-paru dan akan memicu peningkatan pernapasan. Karbondioksida akan dihembuskan lebih banyak dan pH darah akan naik secara otomatis bersamaan dengan meningkatnya kadar oksigen dalam hemoglobinKadar pH diketahui dengan pangkat , jadi apabila virus berfusi pada pH 5,0 dan dalam latihan pernapasan didapati kenaikan pH 9,0 dalam darah maka yang terjadi adalah hitungan 10 pangkat 4 dari sebelumnya yang berarti terjadi peningkatan basa dalam darah yang masih bisa ditoleransi manusia tetapi tidak bisa ditahan virus, yaitu sampai 10,000 kali. Jumlah yang sangat besar untuk menghancurkan selubung virus dan mendenaturasinyaMenguji pH tubuhTes pH darah adalah bagian normal dari tes gas darah atau tes gas darah arteri (ABG) .

Ini mengukur seberapa banyak oksigen dan karbon dioksida di dalam darah.Tentu dengan logika bahwa paru-paru bisa menaikkan kadar oksigen dalam darah dan menaikan pH maka pengukurannya bisa dengan uji urine yang merupakan hasil metabolisme dan penyaringan ginjal. Dengan kata lain uji pH darah dapat direpresntasikan dari uji pH urine dengan sedikit penyimpangan hasil karena sistem homeostasis1. Tes bisa menggunakan kertas lakmus yang akan berubah warna jika dicelupkan ke dalam larutan yang bersifat asam atau basa. Lakmus merupakan campuran zat pewarna yang berbeda dan larut dalam air. Fungsi kertas lakmus untuk mengidentifikasi asam basa suatu larutan. Asam dibagi menjadi dua yaitu asam lemah dan asam kuat. Sama halnya dengan basa ada dua jenis yaitu basa kuat dan basa lemah. Kekuatan asam dan basa tergantung reaksi senyawa yang diuraikan dalam pembentukan ion-ion jika senyawa tersebut dalam air.2.

Dengan pH meter elektronik yang mencantumkan informasi secara detail nilai pH dalam angkaOlah Pernapasan Menaikkan pH = Menaikkan Imun TubuhKekebalan tubuh bukan hanya tentang gizi dan nutrisi, tetapi juga gas tubuh yang sering dilupakan. Metabolisme produsen sel imun akan tersendat bila suplai oksigen untuk sel berjumlah sedikit. Semakin buruk pernapasan manusia maka akan semakin buruk kesehatannya.Sel imun dibuat di sumsum tulang. Selain nutrisi, tubuh manusia memerlukan pH minimal yaitu pH 7,35dan oksigen skala penuh dalam memproduksi sel imun yang kuat. Pernapasan yang optimal memberikan dampak positif pada respirasi seluler, dimana oksigen akan berperan dalam metabolisme sampai ketingkat sel termasuk dalam kemampuan memproduksi sel imunSistem imun adalah sistem kekebalan yang bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen. Respons kolektif dan terkoordinasi dari sistem imun terhadap pengenalan zat asing disebut respons imun.

Sistem ini akan mengidentifikasi berbagai macam pengaruh biologis luar seperti dari infeksi, bakteri, parasit, dan virus sampai serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel dan jaringan organisme yang sehat agar tetap berfungsi normal.Tiga Lapis Pertahanan Tubuh Yang Dibangun Dengan Olah Pernapasan1. Meningkatkan pH sampai ketingkat mampu melumpuhkan daya hidup virus2. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh menjadi kuat 3. Memperbaiki suplai oksigen sel dan kinerja organ Tolok Ukur KebehasilanPH terukur menjadi 9.0 setiap berurineLama Dan Bagaimana Terapi Pernapasan Dilakukan.Secara ilmiah selubung virus apapun yang terdiri dari protein dengan ikatan asam amino tidak dapat bertahan dalam pH 9,0 pada suhu 37 derajat celcius selama 2 jam terus menerus. Virus akan melemah dan terdenaturasiAkan tetapi karena sistem homeostasis / keseimbangan metabolisme manusia yang menyeimbangkan pH kembali ke awal mula, maka terapi menaikkan pH ini secara periodik ini adalah 14 hari berturut-turut dengan latihan menaikkan pH sebanyak 4 kali sehari.

Pola terbaik adalah melakukan olah napas menaikan pH ini segera setelah berurine dengan indikator lakmus yang sudah menurun menuju pH 7.0Hasil akhir pH yang diinginkan adalah 9.0 ( terbuktikan dengan lakmus atau pH meter )Selama latihan meningkatkan pH ini tidak diperkenankan ada pengerasan otot yang memancing terjadinya stress dan terjadinya proses kimia dalam tubuh ( glukoneogenesis )Tanpa Biaya Metode latihan pengelolaan pernapasan ini bisa dilakukan oleh semua orang yang mulai bisa menggunakan paru-parunya secara sadar, secara mandiri dan terus menerus dan tidak terbatas dalam semua tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

Timekeeper / Penghitung WaktuSeorang timekeeper ( pelatih / pemandu aba-aba dan waktu ) diperlukan untuk latihan- latihan awal untuk memastikan keberhasilan mencapai pH tinggi dan latihan tertentu dengan tujuan penderita yang mengalami kesulitan mendapat jalan keluar lebih mudah. Olah pernapasan selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri.KesimpulanPrinsip denaturasi / perusakan protein pembentuk selubung virus dengan pH basa ini memang layak dipertimbangkan untuk pelatihan individu PDP COVID – 19 .

Pemikiran ini berdasarkan keberhasilan penulis dalam membimbing dan menyembuhkan beberapa pasien virus hepatitis B ( yang memiliki ciri-ciri fisik mahkota virus yang sama) dengan latihan pernapasan mandiri di kelompok Pernapasan Penyembuhan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura di bawah pengawasan Dr Ing, Ir, Eka Priadi. MT untuk pengabdian pada masyarakat sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi.Sekali lagi ini adalah tindakan preventif bukan kuratif.Penelitian lebih lanjut tentang pH basa ini memang diharapkan.Salam sembuh sehat bugar tanpa obat dari Pontianak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *