MENGAKTIFKAN GLUKAGON DAN MENGISTIRAHATKAN INSULIN DI PANKREAS UNTUK SEMBUH DARI DIABETES

Tidak banyak yang tahu kalau pankreas memproduksi 3 macam hormon yang saling bersebarangan dalam fungsi tetapi saling membantu dalam proses metabolisme.

Berikut ini adalah sebagian isi dari Webinar saya yang di inisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura tentang diabetes dan selayang pandang cara penyembuhannya

A. MENGENAL DIABETES TIPE 1 DAN TIPE 2a.

  1. Diabetes Melitus Tipe 1 ,disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi hormon insulin yang berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke dalam sel. Kurangnya insulin membawa konsekuensi peningkatan glukosa dalam darah dan urin. Gejala klasik adalah poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (cepat haus), polifagia (cepat lapar), dan penurunan berat badan. Tanpa insulin, hormon glukagon akan mengambil alih tugas untuk mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 1, yaitu saat darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan.
  2. Diabetes Melitus Tipe 2, disebut Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (non-insulin-dependent diabetes melitus/NIDDM) atau diabetes onset dewasa – merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. Penyakit diabetes melitus jenis ini merupakan kebalikan dari diabetes melitus tipe 1, yang mana terdapat defisiensi insulin mutlak akibat rusaknya sel islet di pankreas. Gejala klasiknya antara lain haus berlebihan, sering berkemih, dan lapar terus-menerus.

Diabetes tipe 2 berjumlah 90% dari seluruh kasus diabetes dan 10% sisanya terutama merupakan diabetes melitus tipe 1 dan diabetes gestasional. Kegemukan diduga merupakan penyebab utama diabetes tipe 2 pada orang yang secara genetik memiliki kecenderungan penyakit ini.Diabetes tipe 2 pada mulanya diatasi dengan meningkatkan olahraga dan modifikasi diet. Hanya sekedar info, angka penderita diabetes selama 50 tahun terakhir meningkat pesat seiring dengan meningkatnya angka kegemukan. Pada tahun 2010, diperkirakan ada 285 juta orang mengalami penyakit ini, dibandingkan hanya ada 30 juta pasien pada tahun 1985.

Komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi akibat kadar glukosa darah tinggi antara lain:

  1. Penyakit jantung
  2. Stroke
  3. Retinopati diabetes yang mempengaruhi penglihatan mata
  4. Gagal ginjal yang memerlukan dialisis
  5. Dan kurangnya sirkulasi darah di bagian tungkai yang mengharuskan dilakukannya amputasi. Komplikasi akut berupa ketoasidosis, yang merupakan salah satu ciri diabetes tipe 1

B. MENGETAHUI CARA TUBUH BEKERJA MENGELOLA KARBOHIDRAT

Karbohidrat dapat ditemukan pada semua jenis sayur, buah-buahan, tahu, dan tentunya nasi. Tetapi, sumber karbohidrat utama adalah makanan pokok, karena mengandung jumlah karbohidrat yang cukup banyak jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. Makanan yang mengandung karbohidrat akan dipecah ke dalam bentuk yang lebih sederhana dalam mulut, lambung, dan usus. Sehingga saat mencapai usus kecil, dan disebut monosakarida. Monosakarida inilah yang selanjutnya diserap oleh tubuh ke dalam aliran darah dan disebut dengan gula darah atau glukosa. Semakin banyak sumber makanan yang mengandung karbohidrat yang kita makan, maka akan semakin banyak pula glukosa atau gula darah yang terbentuk.

Berapa lama karbohidrat berubah menjadi energi dalam tubuh..??

Karbohidrat sederhana seperti gula dan makanan yang manis, sangat cepat menjadi energi karena bentuknya yang mudah dicerna yaitu kurang dari 15 menit.Karbohidrat kompleks sering juga disebut dengan makanan berindeks glikemik rendah misalnya nasi, jagung, bihun, mie, dan lainnya dimana membutuhkan waktu 30 menit untuk menjadi glukosa. Karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik tinggi akan membutuhkan waktu cepat sekitar 15 menit untuk berubah bentuk jadi glukosa darah.

Bagaimana kemudian bisa jadi energi dalam tubuh…??

Biasanya kadar glukosa darah akan naik dan secara otomatis mekanisme tubuh mengirimkan sinyal ke kelenjar pankreas – salah satu organ pencernaan – untuk memproduksi hormon insulin yang akan masuk ke dalam pembuluh darah dan kemudian memberi tahu tubuh bahwa sumber energi utama (glukosa) sudah tersedia. Dengan bantuan hormon insulin maka glukosa akan masuk dalam sel dan siap digunakan sebagai energi. Apabila dianggap berlebih sel-sel di dalam otot dan hati akan menyimpan glukosa sebagai cadangan energi yaitu lemak.Setiap sel akan menggunakan energi untuk menjalankan fungsinya masing-masing.

  • Pencernaan, akan memakai energi yang dihasilkan untuk mencerna serta melakukan metabolisme.
  • Sel jantung, yang menggunakan energi memompa darah dan otot akan memakai glukosa untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam keadaan istirahat, glukosa yang berlebihan akan disimpan di dalam sel otot – disebut dengan glikogen – untuk dipakai ketika tidak ada asupan makanan yang masuk.Untuk sekedar anda tahu, karbohidrat berlebih akan dirubah menjadi cadangan lemak. Sama seperti sel otot, sel-sel di dalam organ hati juga menyimpan glukosa apabila jumlahnya terlalu banyak. Namun jumlah glukosa yang berlebihan ini akan disimpan dengan bentuk yang berbeda. Organ hati mengubah glukosa yang terlalu banyak tersebut menjadi trigliserida atau yang biasa dikenal sebagai cadangan lemak tubuh. Jumlah cadangan lemak tubuh atau trigliserida yang terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus.

C. MENGENAL PEMICU PENYAKIT DEGENERATIF : GLYCATION

Berikut ini akan dijelaskan mengenai apa itu glycation atau karamelisasi atau pelengketan protein dalam metabolisme manusia. Lemak secara umum bertexture lembut, licin, dan protein bersifat elastis. Sedangkan gula atau glukosa apabila dipanaskan akan menjadi karamel dan saat dingin akan menjadi keras, contohnya permen menjadi lengket dan menempel membentuk kristal.Tubuh manusia secara umum terdiri dari protein dan lemak yang sifatnya lembut serta tulang keras yang terbentuk dari mineral yang kita sebut sebagai kalsiumProtein manusia pasti akan bergabung membentuk sebuah struktur yang menjadi bermacam macam fungsi misalnya organ tubuh. Salah satu syarat stuktur organ adalah harus liat, elastis dan lentur. Semakin bagus kadar protein yang dikomsumsi manusia maka akan semakin baik juga unjuk kerja dari struktur protein tersebut, karena sifat struktur tubuh manusia sama dengan makanan pembentuknya. Demikian juga dengan lemak, dimana lemak berfungsi umum sebagai bantalan dari protein.

Sebagai contoh sel apapun di dalam tubuh manusia selalu terdiri dari protein ( nukleus, sitoplasma ) dan lemak di permukaan sel ( membran sel ) karena protein membentuk struktur sel tersebut dan lemak membuatnya lentur dan tidak mudah rusak saat berbenturan.Lalu mengapa protein dan lemak tadi tiba-tiba berkinerja buruk dan kemudian menjadi penyakit, misalnya menjadi diabetes dan arteroklerosis ? Kita ketahui diabetes adalah induk dari semua penyakit, dimana dari diabetes ini semua penyakit degeneratif bermula. Logikanya tidak mungkin stuktur protein dan lemak yang lembut, licin dan elastis ini akan rusak dan berubah sifat dan mengeras sehingga seseorang tiba-tiba terkena stroke karena tekanan darah pada pembuluh darah yang getas dan pecah. Seharusnya tubuh bisa menoleransinya.

Lalu apa yang membuatnya tidak elastis lagi ….??

Jawabannya adalah : GULA / Glukosa.

Kok gula …?? Apa salahnya buat kita memakannya …???

Tubuh kita yang terdiri dari lemak dan protein, sesuai sifatnya maka diperbolehkan terjadi pengerasan dalam proses metabolismenya, di dalamnya kecuali tulang, semua harus lentur karena bila ada yang mengeras sifatnya akan menyumbat atau kaku. Itulah efek glycation terhadap kolestrol (lemak) dan asam urat. Semua bagian tubuh yang ada kata acid akan menjadi kristal bila bercampur dengan glukosa akan mengalami glycation ( karamelisasi ). Misalnya “ uric acid ” ( asam urat ) dan “ bile acid ” ( batu empedu ) mengkristal dan beku.Glycation ini adalah proses di mana glukosa dalam bentuk fruktosa atau galaktosa membentuk ikatan / senyawa dengan protein atau lemak.

Glycation ini adalah efek pelengketan glukosa tanpa reaksi enzym, dimana kalau dengan reaksi enzym itu disebut glycosylation, sama seperti saat proses metabolisme glukosa didalam sel mitokondria untuk dirubah menjadi energi. Glukosa yang menempel tanpa adanya proses enzimatik seperti karamelisasi pada kentang yang mengandung karbohidrat digoreng, maka glukosa yang terkandung di dalamnya akan membentuk reaksi karamelisasi yang menyebabkan kentang jadi renyah dan lebih manis saat di goreng Reaksi karamelisasi sangat penting ahli masak, karena tindakan ini akan membentuk teksur yang renyah dan garing. Itu sebabnya banyak kue kering dibuat tinggi gula karena butuh proses pengerasan pada strukturnya agar garing dan renyah. Gula membuatnya jadi garing dan renyah.

Manusia yang mengkonsumsi karbohidrat, maka gula darahnya akan naik dan akan segera memicu pankreas untuk memproduksi insulin untuk menekan gula berlebihan kedalam sel tubuh agar di simpan atau dipakai. Bentuk penyimpanannya disebut glikogen, bila penyimpanan melebihi batas maka glikogen akan dirubah menjadi menjadi trigliserida (lemak) diliver lalu di kirim ke jaringan penyimpanan dalam bentuk sel lemak ( adipocyte ). Biasanya terjadi pada jaringan bawah kulit pada bagian tubuh tertentu yang memberi kesan menjadi gemuk. Apabila glycation ini mengimbas sel-sel ditubuh, terjadilah pergeseran fungsi sel yang terkaramelisasi dimana sel ditubuh akan melepas produk-produk tinggi oksidasi seperti H2O2 (hydrogen peroxide). H2O2 ini sebutan lainnya adalah ROS alias Reactive Oxygen Species dan kita sebut radikal bebas. ROS ini punya sifat mengoksidasi sehingga molekul lain juga menjadi reaktif, contohnya glycation yang terjadi pada sel-sel protein syaraf, sel-sel protein otak, sel-sel dilensa mata dan kornea sehingga penglihatan menjadi memburuk Glycation juga bisa terjadi pada terhadap beta sel, yaitu sel pankreas yang memproduksi insulin ini menjadi lemah atau bahkan menjadi tidak aktif. Inilah proses terjadinya diabetes, Glycation juga dapat terjadi pada dinding pembuluh darah arteri yang menimbulkan pengkakuan dan memicu naiknya tekanan darah . Jika glycation terjadi di otak maka akan menggangu aliran darah ke otak dan menyebabkan stroke.

Anda melihat efek glukosa dari karbohidrat yang menimbulkan efek glycation pada semua bagian tubuh anda ..??

Cek HbA1c anda dilaboratorium, dimana pelengketan gula pada pada sel darah merah dan melihat pelengketan terhadap hemoglobin. Dimana laboratorium akan melaporkan 120 hari setelah recycle. Hasil lab ini menentukan seseorang mangalami diabetes atau tidak. Setelah mengerti semua proses diatas, anda akan mengerti bahwa lemak, kolesterol dan asam urat hanyalah kambing hitam dari sebuah proses penyakit degeneratif dimana semua masalah ini berasal dari 1 sumber yaitu dari glukosa

D. JALUR KARBOHIDRAT DAN JALUR PROTEIN UNTUK KESEMBUHAN PENYAKIT GULA

  1. Mengetahui Jalur Karbohidrat Dan Perjalanan Sumber Tenaga yang Disebut Gula

Biasanya kadar glukosa dalam darah akan tinggi sesaat setelah makan. Pada waktu tersebut, tubuh akan secara otomatis mengirimkan sinyal ke kelenjar pankreas – salah satu organ pencernaan – untuk memproduksi hormon insulin.Hormon insulin akan masuk ke dalam pembuluh darah dan kemudian memberi tahu sel-sel tubuh bahwa sumber energi utama (glukosa) sudah tersedia. Selanjutnya, hormon insulin akan membukakan pintu agar glukosa dari darah dapat masuk ke dalam sel. Glukosa yang masuk ke dalam sel-sel tubuh, akan diubah menjadi energi.Namun tidak semua sel tubuh akan menggunakan glukosa sebagai energi, sel-sel di dalam otot dan hati akan menyimpan glukosa sebagai cadangan energi dan menjadi lemak. Glukosa yang disimpan tersebut akan dipakai ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh dan tubuh mengalami kekurangan energi.

2. Mengetahui Jalur Protein Dan Perjalanan Sumber Tenaga yang Disebut Keton

Ketosis adalah proses metabolisme yang normal. Saat tubuh manusia tidak memiliki persediaan karbohidrat yang cukup untuk dibakar sebagai energi bagi sel, maka sebagai gantinya tubuh akan membakar cadangan lemak. Kondisi inilah yang dimaksud dengan ketosis. Hasilnya, senyawa yang disebut dengan keton diproduksi. Keton merupakan produk sampingan dari metabolisme lemak. Ketosis normal terjadi pada tubuh manusia, terutama kalau sedang berpuasa. Namun, hal ini akan menjadi berbahaya jika menghasilkan senyawa keton berlebihan dalam tubuh. Kadar keton yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat senyawa kimia dalam darah menjadi tidak seimbang.Kandungan glukosa dan keton dalam aliran darah menjadi tinggi. Hal ini dapat mengubah darah menjadi asam yang berbahaya. Kondisi ini disebut dengan ketoasidosis. Orang dengan diabetes bisa mengalami ketoasidosis saat insulin yang ada di tubuh sedikit atau saat mereka kekurangan cairan.

E. MENGAKTIFKAN KEMBALI PANKREAS DALAM WAKTU 30 HARI

Redaksi disini “ mengaktifkan “ terkesan menyesatkan karena seolah olah pankreas menjadi rusak dengan turunnya kemampuan hormon insulin. Sebenarnya walaupun insulin dalam keadaan tidak aktif, pankreas ternyata menghasilkan 3 jenis hormon yang saling berbagi peran berbeda dimana melalui bagian pankreas lainnya seseorang mungkin lepas dari diabetes :

  1. Sel beta ( sel B) menghasilkan insulin dan merupakan sel pulau yang paling melimpah berguna untuk mengatur glukosa tubuh
  2. Sel alfa ( sel A) mengeluarkan hormon glukagon yang berguna untuk mengatur cadangan energi berupa lemak dan perotein menjadi tenaga
  3. Sel delta ( sel D) mengeluarkan hormon somatostatin yang diproduksi oleh banyak jaringan dalam tubuh , terutama dalam sistem saraf dan pencernaan.

Untuk fokus dalam materi webinar ini kita hanya membahas 2 hormon yang ada di pankreas, yaitu: sel Beta dan sel Alfa dan bagaimana cara kita menggunakan hormon tersebut untuk kesehatan kita

1. Sel Beta

Sel beta (Sel β) adalah sejenis sel yang ditemukan di pankreas yang mensintesis dan mengeluarkan insulin. Sel beta berjumlah sekitar 50-70% dari sel di pankreas dalam tubuh manusia.Hormon Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Apabila kadar gula dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih tersebut dalam hati. Apabila hormon insulin tidak ada atau sedikit, maka orang tersebut akan terkena penyakit diabetes melitus.Pada pasien dengan diabetes tipe I atau tipe II, massa dan fungsi sel beta berkurang sehingga dapat menyebabkan sekresi insulin tidak mencukupi dan hiperglikemia.

2. Sel Alfa

Glukagon adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel alfa dari pulau Langerhans di Pankreas sebagai respons terhadap rendahnya kadar gula dalam darah.Hormon glukagon bertindak meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cara memberikan sinyal kepada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil simpanan glikogen ( gula otot ) untuk diubah menjadi keton

E. MEMINDAHKAN TUGAS METABOLISME PANKREAS DARI INSULIN KE GLUKAGON UNTUK MENURUNKAN GULA DARAH

Berpindah pemakaian pankreas dari beta sel ke alfa sel bukan sesuatu yang mudah. Tindakan ini perlu bimbingan dan motivasi yang terus menerus untuk pelakunya, karena ini berhubungan dengan pergantian habit, paradigma dan cara pandang tentang makanan makan

F. MENGELOLA PERNAPASAN UNTUK MENURUNKAN GLUKOSA DARAH

Proses pernapasan menurunkan tingkat glukosa menjadi lebih rendah ini secara lmiah disebut dengan glikolisis. Terdiri dari dua kata gluko ( glukosa yang artinya molekul gula ) dan lisis ( yang artinya adalah pemecahan ). Sehingga, secara harfiah glikolisis memiliki arti pemecahan molekul glukosa atau gula. Sedangkan respirasi anaerob adalah reaksi perombakan karbohidrat, dalam hal ini glukosa, yang dilakukan untuk memecah karbohidrat menghasilkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerob ini tergolong ke katabolisme karbohidrat karena dia memecah dan menyederhanakan glukosa menjadi air dan karbondioksida.Materi ini secara mendalam akan diberikan dalam dalam worshop online pada hari kedua mengingat workshop ini hanya bicara tentang mempraktekkan pernapasan dengan benar, sehingga glukosa darah akan menurun lebih dalam setelah mengalami pengalihan pola makan.Menjadi sembuh dari diabetes itu mungkin.

G. MEMANIPULASI OKSIGEN DAN PROTEIN UNTUK REGENERASI SEL BETA INSULIN

Dalam pengamatan dan pengalaman, seseorang yang melakukan olah pernapasan dalam oksigen rendah maka tubuhnya akan beradaptasi dengan beberapa keistimewaan yang berhubungan sel punca yang menjadi kepanjangan proses dari suatu sistem perbaikan sel tertentu pada organ.Situasi anaerob yang dikondisikan pada sel lalu kemudian dibanjiri oleh oksigen dalam jumlah masif ternyata meningkatkan kemampuan sel untuk mengoreksi kesalahan dan kerusakan pada organ tertentu.Hal ini rupanya juga dapat terjadi pada pankreas, dengan menggabungkan pola makan protein dan pola napas yang tepat, oksigen dapat menjadi katalisator terjadinya regenerasi sel sehingga hormon insulin bisa diproduksi seperti semula.Salam sembuh sehat bugar tanpa obat dari Pontianak





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *